Pilgub Kaltim 2018

Apakah Bupati Muharram Dipenjara? Ini Penjelasan Kajari Berau

Bupati Berau Muharram divonis bersalah atas kasus tindak pidana pelanggaran Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018.

Apakah Bupati Muharram Dipenjara? Ini Penjelasan Kajari Berau
TRIBUN KALTIM/GEAFRY NECOLSEN
Bupati Berau, Muharram usai menjalani sidang yang memvonis Muharram 4 bulan penjara subsider 6 bulan percobaan dan denda Rp 6 juta. 

Laporan wartawan Tribunkaltim.co, Geafry Necolsen

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Bupati Berau Muharram divonis bersalah atas kasus tindak pidana pelanggaran Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018.

Muharram yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Berau ini, dianggap melakukan kampanye tanpa mengajukan cuti terlebih dahulu.

Muharram dijatuhgi hukuman 4 bulan penjara, 6 bulan percobaan dan denda Rp 6 juta.

Namun banyak warga yang menyaksikan sidang bertanya-tanya, apa arti putusan itu.

Apakah Muharram akan dipenjara atau tidak?

Baca: BREAKING NEWS - Terbukti Dukung Paslon di Pilgub Kaltim, Bupati Muharram Divonis 4 Bulan Penjara!

Berikut penjelasan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Berau, Digdiyono Basuki Susanto.

“Artinya, selama 6 bulan, terdakwa tidak boleh melakukan tindak pidana apapun. Jika dilakukan, maka dengan bukti putusan pengadilan yang memiliki kekuatan hukum tetap, maka harus menjalani pidana penjara selama 4 bulan,” jelas Susanto ditemui di halaman kantornya, Rabu (25/8/2018).

Soal putusan majelis hakim tersebut, pihaknya menilai, hukuman yang dijatuhkan majelis hakim lebih ringan dari tuntutan jaksa, yakni 2 bulan penjara dan denda Rp3 juta subsider 3 bulan kurungan penjara.

Kejaksaan Negeri Berau menyatakan pikir-pikir atas putusan tersebut.

Halaman
12
Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved