Festival Erau 2018

Festival Erau 2018, Ribuan Warga Makan Lesehan Bareng Putra Mahkota dan Plt Bupati di Jalanan

Ribuan warga Tenggarong ikut acara beseprah sebagai rangkaian kegiatan perhelatan Pesta Adat Erau di depan Kedaton Kutai

Festival Erau 2018, Ribuan Warga Makan Lesehan Bareng Putra Mahkota dan Plt Bupati di Jalanan
Tribun Kaltim/Rahmad Taufik
Ribuan warga dan peserta dari 6 delegasi asing di Festival Erau 2018 mengikuti acara beseprah atau makan bareng dengan Putra Mahkota Kesultanan Kutai di sepanjang jalan depan Kedaton Kutai, Rabu (25/7/2018)_RAHMAT TAUFIQ 

TRIBUNKALTIM. CO, TENGGARONG - Ribuan warga Tenggarong ikut acara beseprah sebagai rangkaian kegiatan perhelatan Pesta Adat Erau di depan Kedaton Kutai, Jalan Monumen Timur, Tenggarong, Rabu (25/7/2018) mulai pukul 08.00.

Acara beseprah merupakan makan bareng Putra Mahkota Kesultanan Kutai Aji Pangeran Adipati Prabu Anum Surya Adiningrat dengan warganya. Mereka duduk lesehan beralaskan karpet dan terpal.

Berbagai hidangan tradisional, khususnya makanan khas Kutai disajikan, seperti bongko, sarabai, putu ayu, singkong goreng, kue cincin, tumbi, bingka, nasi kuning dan nasi uduk.

Baca: 16 Bulan Pasca Tragedi Penyiraman Air Keras, Novel Segera Kembali Ngantor di KPK

Warga menikmati semua hidangan hingga ludes dalam waktu hanya 10 menit seiring dibunyikan kentongan oleh Plt Bupati Kukar Edi Damansyah dan Putra Mahkota.

Enam delegasi dari negara asing yang memeriahkan Erau tahun ini ikut pula makan sambil lesehan, yakni Polandia, Rumania, Hongaria, Mexico, India dan Turki.

"Acara beseprah merupakan komitmen pemerintah dalam melestarikan tradisi. Beseprah menjadi simbol kedekatan Sultan dan rakyatnya," ujar Edi.

Baca: Dadang Mulya Protes Foto Dirinya Dipasang untuk Label Rokok tanpa Izin Darinya

Lewat beseprah, lanjutnya, antara kesultanan, pemerintah dan masyarakat saling berbagi dan menjalin keakraban. Ide beseprah sendiri datang dari Sultan. Kar

ena Sultan dulu sering beseprah ke tiap kecamatan yang dikunjunginya. Ke depan, Edi berharap Erau bisa melibatkan 18 kecamatan di Kukar.

"Kalau dulu Erau, warga mempersembahkan hasil bumi kepada Sultan. Ke depan, kita bisa rancang, tiap perwakilan kecamatan mempersembahkan kesenian masing-masing di hadapan Sultan," tuturnya.

Merih Gürcihan, anggota delegasi Turki, mengaku antusias mengikuti acara beseprah. "Tadi saya cicipi semua makanan yang disajikan. Ini perut sampai kenyang," kata Merih sambil memegang perutnya yang kekenyangan.

Penulis: Rahmad Taufik
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved