Pasang Jerat di Hutan Perbatasan, Kakek Ditemukan Meninggal, Cucunya Masih Belum Ditemukan

Kakek Putilik, 60, ajak cucunya Bayu,9, pasang jerat di hutan. Ternyata kakek ditemukan sudah meninggal, sedangkan Bayu sudah 7 hari hilang.

Pasang Jerat di Hutan Perbatasan, Kakek Ditemukan Meninggal, Cucunya Masih Belum Ditemukan
(Dok Kantor Pencarian dan Pertolongan Kabupaten Nunukan)
Tim SAR gabungan dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Kabupaten Nunukan beristirahat melakukan upaya pencarian Bayu (9), warga Desa Labuk Kecamatan Sembakung Kabupaten Nunukan yang hilang di tengah hutan saat memasang jerat hewan buruan. Upaya pencarian tim SAR dihentikan pada Selasa (24/7/2018). Kondisi Bayi hingga kini belum diketahui. 

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Keluarga Bayu (9), warga Desa Labuk Kecamatan Sembakung Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, pasrah.

Upaya pencarian siswa kelas 3 SD tersebut dihentikan setelah 7 hari tim SAR menyisir hutan di wilayah perbatasan.

Kasi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan Kalimantan Timur-Kalimantan Utara, Octavianto mengatakan pihak keluarga memahami penghentian pencarian ini.

“Keluarga memahami dan menerima upaya pencarian dihentikan. Tapi kami akan mencari kembali jika sewaktu-waktu ditemukan tanda-tanda korban," tuturnya, Rabu (25/7/2018).

Tim SAR gabungan dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Kabupaten Nunukan beristirahat melakukan upaya pencarian Bayu (9), warga Desa Labuk Kecamatan Sembakung Kabupaten Nunukan yang hilang di tengah hutan saat memasang jerat hewan buruan. Upaya pencarian tim SAR dihentikan pada Selasa (24/7/2018). Kondisi Bayi hingga kini belum diketahui.
Tim SAR gabungan dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Kabupaten Nunukan beristirahat melakukan upaya pencarian Bayu (9), warga Desa Labuk Kecamatan Sembakung Kabupaten Nunukan yang hilang di tengah hutan saat memasang jerat hewan buruan. Upaya pencarian tim SAR dihentikan pada Selasa (24/7/2018). Kondisi Bayi hingga kini belum diketahui. ((Dok Kantor Pencarian dan Pertolongan Kabupaten Nunukan))

Octavianto menambahkan, Tim SAR gabungan dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Kabupaten Nunukan dihentikan pada Selasa (24/7/2018).

Sementara Bayu hilang di tengah hutan saat memasang jerat bersama kakeknya Putilik (60) pada Minggu (15/7/2018).

Tim SAR melakukan upaya pencarian dikarenakan adanya postingan anak hilang di media sosial.

Baca: Bendungan Laos Jebol, 5 Miliar M3 Air Rendam Enam Desa Dikhawatirkan Ratusan Orang Tewas dan Hilang

Baca: Ditemukan Mayat dengan Ciri Mirip Guru Muda yang Hilang Saat yang Tercebur di Feri Penyeberangan

Baca: Pelajar SMP Tewas Setelah Hilang 4 Hari, Terungkap Teman-teman Sendiri yang Jadi Pelaku

"Tidak ada laporan kepada kami. Kami melakukan upaya pencarian mulai pada Selasa setelah melihat ada postingan di media sosial,” imbuhnya. 

Bayu, siswa kelas 3 SD dilaporkan hilang setelah pergi ke hutan bersama sang kakek, Putilik (60), untuk memasang jerat hewan di tengah hutan di wilayah perbatasan, Minggu (15/7/2018).

Pada Senin, keluarga melakukan pencarian dan menemukan Putilik dalam keadaan meninggal tak jauh dari lokasi memasang jerat.

Putilik diduga meninggal, karena serangan jantung. Sebab menurut keluarga korban, Putilik memiliki riwayat penyakit jantung.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Keluarga Bayu Pasrah, Pencarian Bocah yang Hilang di Hutan Dihentikan", https://regional.kompas.com/read/2018/07/26/07403901/keluarga-bayu-pasrah-pencarian-bocah-yang-hilang-di-hutan-dihentikan.
Penulis : Kontributor Nunukan, Sukoco
Editor : Reni Susanti

Editor: Priyo Suwarno
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved