Aksi Damai Ormas soal Pekerja Lokal, Pertamina Sebut 75 Persen dari Kaltim

GM PT Pertamina RU V Feri Yani berkomitmen untuk mengutamakan warga Kaltim bekerja di Pertamina sesuai dengan mekanisme yang ada.

Aksi Damai Ormas soal Pekerja Lokal, Pertamina Sebut 75 Persen dari Kaltim
TRIBUNKALTIM/FACHMI RACHMAN
Aksi damai gabungan ormas di Balikpapan di depan Gedung Dewan, Kamis (26/7/2018). 

BALIKPAPAN, TRIBUN - Unjuk rasa dilakukan beberapa organisasi masyarakat (ormas) yang tergabung dalam Persatuan Ormas Asli Kalimantan (POAK) wilayah Kota Balikpapan dan serikat pekerja, Kamis (26/7). Aksi damai tersebut digelar di kawasan Balikpapan Permai lalu dilanjutkan di depan kantor DPRD Balikpapan.

Mereka menuntut PT Pertamina untuk memprioritaskan pemberdayaan masyarakat lokal agar dapat bekerja di lokasi kilang minyak Balikpapan.

"Aksi damai ini adalah mendukung pembangunan kilang RU V Pertamina dan menuntut tanggung jawab Pertamina untuk dapat menerima pekerja dari Balikpapan bukan dari luar daerah," ujar NG. Priyono salah satu orator.

Dia menuturkan bahwa aksi damai tersebut merupakan salah satu bentuk kekecewaan dan keprihatinan. "Dalam penerimaan pegawai agar tidak dilakukan sistem outsourcing karena sangat merugikan," ujarnya.

Transparansi penerimaan tenaga kerja lokal, pelibatan pengusaha lokal, dana CSR harus dibuktikan dengan fakta dan penuntasan ganti rugi dampak pencemaran teluk Balikpapan. Pengunjuk rasa membentangkan spanduk yang berisi empat tuntutan tersebut.

Setelah melakukan orasi kemudian sebanyak 11 orang perwakilan pengunjuk rasa melakukan dengar pendapat di ruang rapat DPRD Balikpapan. Dipimpin Ketua Komisi I DPRD Balikpapan Faisal Tola.

GM PT Pertamina (persero) RU V Feri Yani mengungkapkan bahwa bahwa 75 persen tenaga kerja berasal dari wilayah Kaltim. Di mana ada 1.400 orang tenaga penunjang yang bekerja di Pertamina.

"Kalau tidak ada pekerja penunjang yang berasal dari warga Kaltim otomatis kilang tidak beroperasi. Jadi pekerja lokal dan pengusaha lokal jika tidak bekerja di pertamina maka kita tidak bisa bekerja," tuturnya dihadapan perwakilan pengunjuk rasa.

Dia berjanji berkomitmen untuk mengutamakan warga Kaltim bekerja di Pertamina sesuai dengan mekanisme yang ada. Selain itu pekerja juga akan dilatih sesuai kebutuhan. "Kami komitmen dengan Gubernur Kaltim untuk masyarakat Kaltim agar bisa bekerja. Pembangunan kilang yang berjalan saat ini saya yakin akan banyak pekerja lokal yang akan diserap," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Balikpapan, Faisal Tola mengatakan, pihaknya akan membentuk tim pengawasan terhadap pemenuhan tuntutan pengunjuk rasa.

Halaman
12
Penulis: tribunkaltim
Editor: Adhinata Kusuma
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved