TJSL Pertamina, dari Pinjaman Pengembangan Usaha Hingga Program Kepedulian Lingkungan

...lebih dari Rp 21 miliar sepanjang 2016, 2017 dan 2018 menjadikan Pertamina sebagai salah satu perusahaan dengan penyaluran nilai CSR

TJSL Pertamina, dari Pinjaman Pengembangan Usaha Hingga Program Kepedulian Lingkungan
HO - Pertamina
BUDIDAYA LEBAH - Pertamina ajak Zahroni dan kelompok Tani Borneo Patra belajar tentang budidaya lebah hingga Jawa Tengah. 

Ayah dari tiga orang anak ini menuturkan, dari seluruh peserta tidak semuanya bibit lebah digunakan. Mungkin karena kurangnya wawasan mereka.

Namun, lain bagi Zahroni.

Ia melihat peluang budidaya lebah madu ini prospeknya bagus. “Karena itu, saya akhirnya memutuskan mencari lagi petani yang ikut pelatihan lalu yang masih mengembangkan bibit yang diberikan,” sebutnya.

Dan, sambungnya, ada sembilan petani yang berhasil ia yakinkan untuk menjalankan bisnis ini. Akhirnya sepakat membuat kelompok tani lebah dengan nama “Lebah Madu Borneo Patra”.

Awalnya memang tidak mudah. Keterbatasan dana menjadi hambatan. Tak patah arang, ia mendatangi Kelurahan Karang Joang menanyakan apakah program pelatihan petani lebah madu masih ada.

“Dari pihak Kelurahan menyarankan kami agar ke Pertamina. Dan kami pun datang ke Kantor Pertamina di Jalan Yos Sudarso. Diarahkan ke bagian CSR.

Tidak ada hambatan, mereka pun langsung mengecek di lapangan dan mengiyakan permintaan kami. Akhirnya kami pun kembali dilatih di Kabupaten Batang, Jawa Tengah,” jelas Zahroni.

Baca: Bursa Transfer Persib Bandung Jelang Putaran Kedua, 4 Pemain Keluar, 2 Striker Datang

Baca: Gerhana Bulan Total 28 Juli 2018, Tips Memotret Super Blood Moon dengan Kamera Ponsel

Setelah pelatihan, ia merasa yakin untuk lebih jauh memulai bertani lebah madu. Produksi sudah berjalan.

Awalnya keuntungan belum ia pikirkan. Utamanya bagaimana membangun dulu. Produksi 10 liter 1 bulan saja sudah bagus.

Sampai di 2014, perlahan produksi mulai meningkat. Sampai akhirnya bisa mejadikan penghasilan bagi seluruh petani di kelompok tani Lebah Madu Borneo Patra.

“Alhamdulilah, sekarang kami bisa produksi hingga 60 liter sebulan dan memiliki 80 kotak berisi lebah madu. Memang masih sedikit. Tapi progresnya positif.

Bahkan pendapatan kami jauh dari saat menjadi petani sayuran. Menanam sayuran sekarang jadi sampingan, lebah madu yang utama,” ujarnya sembari tertawa.

Yudi kembali mengatakan keberhasilan mitra binaan tersebut diharapkan bisa menginspirasi pelaku UMKM lainnya.

Dengan dukungan dana, pendampingan usaha serta kesempatan mengikuti pameran lokal hingga nasional, Pertamina meyakini program ini dapat ikut mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

“Langkah ini dapat pula diikuti oleh pelaku usaha lainnya. Informasi lebih lanjut dapat mengunjungi langsung kantor CSR dan PKBL Pertamina Kalimantan di Jalan Yos Sudarsno No. 148 Balikpapan”, kata Yudi. (*)

Editor: Ardian Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved