Warga Manfaatkan Air di Bekas Lubang Tambang di Samarinda Tempat Kernet Truk Tewas Tenggelam

itu bekas tambang batu bara. Sekarang airnya dimanfaatkan warga, untuk mencuci, dan kebutuhan lainnya, orang mancing juga sering di danau itu

Warga Manfaatkan Air di  Bekas Lubang Tambang di Samarinda Tempat Kernet Truk Tewas Tenggelam
Tribun Kaltim/Christoper Desmawangga
Korban berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan, Jumat (27/7/2018). 

Laporan wartawan tribunkaltim.co, Christoper D

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Galian bekas lubang tambang batu bara kembali memakan korban.

Kepastian danau sedalam 7-8 meter itu merupakan lubang bekas tambang batu bara diungkapkan oleh ketua RT 8, Syamsi Arifin.

Dia menjelaskan, danau tempat korban tenggelam itu merupakan bekas galian tambang batu bara yang sudah lama ditinggalkan oleh pemiliknya.

Baca: Sebagai Kakak, Zukilfli Hasan Minta Maaf kepada Warga Masyarakat Lampung Selatan

Kendati berbahaya, namun lokasinya sangat dekat dengan kawasan pemukiman warga. Bahkan, warga sekitar memanfaatkan air yang ada di danau tersebut untuk kebutuhan sehari-hari.

"Ia, itu bekas tambang batu bara. Sekarang airnya dimanfaatkan warga, untuk mencuci, dan kebutuhan lainnya, orang mancing juga sering di danau itu," ucap Syamsi Arifin, Jumat (27/7/2018).

Bahkan, warga sekitar memasang pipa salurah air dari danau ke rumah warga. "Ada pipa yang dipasang langsung ke rumah warga, disedot pakai mesin pompa," terangnya.

Baca: 5 Menit Penyelaman, Korban Tenggelam di Samarinda Berhasil ditemukan

Dari pantauan tribunkaltim.co di lokasi kejadian, danau tersebut dikelikingi semak belukar, dengan kondisi air yang cukup tenang.

Walaupun cukup berbahaya, namun tidak ada tanda peringatan disekitar danau tersebut.
Diberitakan sebelumnya, seorang kernet truk bernama Irfan (25), yang baru seminggu tinggal di Samarinda, tenggelam di danau sekitar pukul 06.00 Wita, Jumat (27/7) pagi, di jalan Padat Karya, RT 8, Sempaja Utara.

Pria asal Sulawesi Barat itu diketahui bertingkah aneh sejak beberapa hari terakhir, bahkan pada Jumat (27/7) dini hari tadi, korban diketahui sempat mengamuk.

Sekitar pukul 06.00 Wita, korban terlihat telah berada di danau, bahkan korban sempat meminta tolong sebelum akhirnya tenggelam.

Baca: Petugas KPK Bawa Zainudin Hasan ke Jakarta Pakai Pesawat Swiwijaya

Pencarian dengan penyelaman pun dilakukan oleh tim SAR gabungan. Hasilnya, sekitar 5 menit melakukan penyelaman, korban berhasil ditemukan tepat sekitar pukul 11.06 Wita.

Saat ini korban berada di ruang jenazah RSUD AW Syahranie guna menjalani proses visum. (*)

Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved