AS Bantah dan Sebut Fiksi Menyerang Fasilitas Nuklir Iran

"Saya juga meminta kepada Trump untuk berhenti mengusik para pemimpin Iran beserta rakyatnya," kata komandan itu.

AS Bantah dan Sebut Fiksi Menyerang Fasilitas Nuklir Iran
AFP / JIJI PRESS
Jet tempur F-15 milik Angkatan Udara AS saat diparkir di Pangkalan Udara Militer AS di Okinawa. 

TRIBUNKALTIM.CO, WASHINGTON DC - Menteri Pertahanan AS, James Mattis, membantah laporan bahwa mereka bakal menyerang Iran Agustus nanti.

Media Australia, ABC memberitakan, Negeri "Paman Sam" sedang bersiap untuk menyerang fasilitas nuklir Iran.

Kabar itu didapat setelah mengutip seorang sumber internal pemerintahan Perdana Menteri Malcolm Turnbull.

Sumber itu menjelaskan, Australia bakal bertugas menyediakan data intelijen target mana saja yang harus dihancurkan. Dikutip The Hill Jumat (27/7), Mattis berkata dia tidak tahu dari mana ABC bisa mendapatkan kabar tersebut.

"Saya yakin saat ini isu itu (Iran) bukan sesuatu yang kami pikirkan. Jadi, saya berpikir kabar itu fiksi," ujar Mattis.

Tidak hanya Mattis, Turnbull juga membantah laporan tersebut.  "Jelas-jelas kabar itu hanyalah spekulasi," tegasnya.

Laporan serangan itu terjadi setelah Presiden Donald Trump berkicau di Twitternya dengan memperingatkan Iran agar tidak macam-macam.

"Jangan pernah mengancam kami jika tidak menanggung akibatnya seperti yang sudah diderita negara lain," ancam Trump. Trump menanggapi perkataan Presiden Iran Hassan Rouhani bahwa berkonflik dengan Iran bakal menjadi sumber segala perang.

Hal ini mendapat tanggapan dari pihak Iran. Komandan pasukan elite Iran, Quds, berkata jika Trump jadi mengerahkan operasi militer, maka AS bakal hancur.

"Saya juga meminta kepada Trump untuk berhenti mengusik para pemimpin Iran beserta rakyatnya," kata komandan itu.

Hubungan Iran-AS mulai memburuk sejak Trump mengumumkan keputusannya untuk menarik diri dari perjanjian nuklir yang dibuat pada 2015.

Perjanjian bernama Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPoA) itu disebut Trump sebagai terburuk dalam sejarah AS.

Sebabnya, perjanjian yang dibuat Iran dengan enam negara dan Uni Eropa itu tidak memuat keharusan Iran menghilangkan rudal balistiknya.

Selain itu, kesepakatan yang dibuat pada 2015 itu juga tak mencantumkan tuduhan aktivitas Iran di Timur Tengah seperti di Yaman dan Suriah. (*)

Artikel ini sudah tayang di kompas.com dengan judul Menhan AS Bantah Bakal Menyerang Iran Bulan Depan https://internasional.kompas.com/read/2018/07/28/14050621/menhan-as-bantah-bakal-menyerang-iran-bulan-depan

Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved