Pasar Obligasi Korporasi Tertekan Bunga Bank

Kenaikan tersebut memaksa korporasi untuk ikut menaikan kupon ketika hendak menerbitkan obligasi.

Pasar Obligasi Korporasi Tertekan Bunga Bank
Thinkstockphotos.com
Ilustrasi rupiah 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Tren kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) dan ketidakstabilan nilai tukar rupiah dinilai akan membuat penerbitan obligasi korporasi sepanjang semester II 2018 ini tidak mudah untuk dilakukan.

Padahal pada paruh pertama 2018, terjadi banjir obligasi korporasi lantaran suku bunga yang masih mini.

Berdasarkan data Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA), penerbitan obligasi korporasi di semester I 2018 mencapai Rp 63,65 triliun. Angka ini lebih tinggi ketimbang perolehan di periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 61,61 triliun.

Fund Manager Capital Asset Management Desmon Silitonga mengatakan, kenaikan Bank Indonesia 7 Day Repo Rate (7DRR) pada dasarnya akan mendongkrak yield Surat Utang Negara (SUN). Ditambah lagi, yield SUN naik seiring rupiah yang melemah akhir-akhir ini.

Kenaikan tersebut memaksa korporasi untuk ikut menaikan kupon ketika hendak menerbitkan obligasi.

Alhasil, ada risiko peningkatan cost of fund membesar. Jika tidak diimbangi dengan kondisi finansial yang kuat, minat perusahaan untuk menerbitkan obligasi di paruh kedua berpotensi merosot.

Ia menambahkan, dengan kondisi yield SUN 10 tahun yang ada di kisaran 7,5% - 7,7%, setidaknya perusahaan perlu menyediakan kupon obligasi dengan spread 150-200 bps agar instrumennya menarik di mata investor. "Tapi ini pun bergantung pada rating dan prospek bisnis perusahaan," ujarnya, akhir pekan lalu.

Maklum, gejolak yang terjadi di pasar finansial akan mempengaruhi kinerja sebagian perusahaan. Jika kinerja keuangan penerbit obligasi memburuk, peringkat perusahaan itu terancam turun.

Belum lagi, perusahaan harus menanggung risiko penyerapan dana obligasi yang kurang maksimal akibat rendahnya rating.

Analis Fixed Income MNC Sekuritas I Made Adi Saputra menambahkan, kenaikan BI 7DRR yang berpotensi terjadi di semester II bisa saja membuat sebagian perusahaan mempercepat penerbitan obligasinya.

Halaman
12
Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved