Bocah 3 Tahun tak Sadarkan Diri di Samping Jasad Sang Kakek, Lima Hari Bertahan dengan Air Ledeng

Bocah berusia tiga tahun berhasil bertahan hidup selama lima hari setelah kakeknya meninggal. Bocah itu bertahan hidup hanya dengan air ledeng.

Bocah 3 Tahun tak Sadarkan Diri di Samping Jasad Sang Kakek, Lima Hari Bertahan dengan Air Ledeng
scmp.com
Seorang bocah berusia tiga tahun berhasil bertahan hidup selama lima hari setelah kakeknya meninggal 

TRIBUNKALTIM.CO-- Seorang bocah berusia tiga tahun berhasil bertahan hidup selama hari setelah kakeknya meninggal. Bocah itu mampu bertahan hidup hanya dengan air ledeng.

Anak itu ditemukan terbaring tak sadarkan diri di dekat tubuh kakeknya yang sudah meninggal, Wei Ximing (66) pada Jumat (27/7/2018).

Menurut Nanguo Morning Post, anak itu tinggal bersama kakeknya di sebuah desa di daerah Shangli, Guangxi, Tiongkok.

Sepupu Wei Ximing, Wei Jingyu, mengatakan jika ia menemukan bocah itu ketika dia mengunjungi rumah mereka untuk meminjam beberapa peralatan pertanian.

Seorang bocah berusia tiga tahun berhasil bertahan hidup selama lima hari setelah kakeknya meninggal
Seorang bocah berusia tiga tahun berhasil bertahan hidup selama lima hari setelah kakeknya meninggal (scmp.com)

Baca: Bocah SD Tenggelam Saat Menyaksikan Prosesi Adat

Baca: BREAKING NEWS - Acara Belimbur Makan Korban, Bocah Kelas 6 SD Tenggelam di Sungai Mahakam

Baca: PM Inggeris Sebut Pahlawan kepada Tim Penyelam yang Selamat 12 Bocah di Goa Thailand

Wanita berusia 72 tahun itu mengatakan tidak ada yang menjawab ketika dia berteriak memanggil orang yang ada di dalam rumah tersebut.

Ia justru melihat air mengalir dari lantai dua rumah kerabatnya itu. "Sepupuku terbaring di lantai dekat tempat tidurnya", kata Wei Jingyu.

Berdasarkan penuturannya, anak kecil itu berada di sebelah kakeknya dan hampir tidak bernapas.

Wei Jingyu kemudian segera membawa bocah berusia tiga tahun itu ke tetangga untuk meminta bantuan.

Rumah Wei Ximing, dibangun dari hasil tabungannya sebagai seorang penggembala domba
Rumah Wei Ximing, dibangun dari hasil tabungannya sebagai seorang penggembala domba (scmp.com)

Setelah diberi susu dan larutan garam, akhirnya anak itu sadar. Kesehatannya juga telah membaik.

Salah seoarang warga mengatakan bahwa  sempat mendengar suara tangis seorang bocah selama beberapa hari terakhir. Namun, karena sibuk dengan pekerjaannya, ia mengaku tidak begitu memperhatikan suara tangisan itu.

Dilansir dari laman South Morning China Post pada Minggu (29/7/2018), selama ini anak kecil itu dirawat oleh kakeknya.

Baca: Bocah SD Arya Permana Dulu 200 Kg, kini Tinggal 101 Kg Sudah Bisa Naik Motor Sendiri

Baca: Tersambar Petir Saat Bermain Sepak Bola, Bocah Kelas V SD Tak Terselamatkan

Baca: Luput dari Perhatian Presiden, Seorang Bocah Menangis. . . Akhirnya Ini yang Dilakukan Jokowi

Istrinya sudah lebih dulu meninggal. Sementara ibu dari anak itu pergi dan ayahnya yang berusia 25 tahun bekerja di Provinsi Guangdong.

Ternyata, anak itu merupakan satu dari sekitar 61 juta anak-anak yang berasal dari keluarga miskin.

Seperti di Indonesia, di Tiongkok memang banyak ditemukan salah satu atau kedua orangtua dari anak-anaknya pergi meninggalkan rumah di pedesaan mereka untuk mencari pekerjaan yang lebih layak di kota-kota.

Diketahui, Wei Ximing merupakan seorang penggembala domba. Rumah Wei Ximing, dibangun dari hasil tabungannya sebagai seorang penggembala domba
 

Ia menggunakan tabungannya untuk membangun rumah batu bata tingkat dua. (*)

Editor: Priyo Suwarno
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved