Breaking News:

Ratusan Pelayat Lepas Mantan Sekda Kukar ke Tempat Pemakaman

Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), H Syahrial Setia atau akrab disapa Pak Yong berpulang

Penulis: Rahmad Taufik | Editor: Januar Alamijaya
Tribun Kaltim/Rahmad Taufik
Ratusan pelayat melepas kepergian mantan Sekda Kukar H Syahrial Setia atau akrab disapa Pak Yong di peristirahatan terakhir. Pak Yong dimakamkan di pemakaman keluarga Kelurahan Sukarame, Senin (30/7/2018) 

TRIBUNKALTIM. CO, TENGGARONG - Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), H Syahrial Setia atau akrab disapa Pak Yong berpulang ke Rahmatullah dalam usia 74 tahun di RSUD AM Parikesit Tenggarong Seberang, Minggu (29/7/2018) pukul 22.45 Wita.

Pak Yong meninggalkan seorang istri,  5 orang anak dan 7 orang cucu.

Pak Yong mengawali karirnya sebagai Camat Tenggarong selama periode 1968-1974. Karirnya terus menanjak sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Tak hanya di lingkungan Pemkab Kukar, Pak Yong juga pernah berkarir di Pemprov Kaltim, jabatan terakhirnya sebagai Kepala Balitbangda Kaltim.

Baca: Orang Dekat Kerap Kali jadi Pelaku Asusila Terhadap Anak

Bayu Ramanda Bani Nugraha, putra keempat Pak Yong mengatakan, almarhum mengalami penurunan fungsi jantung dan paru-paru.

"Bapak sudah tua usia 74 tahun, fungsi organ tubuh juga sudah berkurang, bapak mengalami penurunan fungsi organ di jantung dan paru-paru," ujar Bayu yang sering menemani almarhum semasa hidupnya ditemui usai acara pemakaman.

Pak Yong dibawa ke RSUD AM Parikesit pada Sabtu (28/7/2018) pukul 11.00 dan ditangani langsung oleh dokter spesialis jantung dan penyakit dalam. Kondisinya makin memburuk pada Sabtu malam.

"Kondisi Bapak tidak stabil pada pukul 24.00-10.00, namun pada Minggu sekitar pukul 10.00-22.00 Bapak mulai sehat. Bapak kembali ngedrop sejak pukul 22.00 sampai akhirnya meninggal dunia pada pukul 22.45," tuturnya.

Sebagai ASN, kata Bayu, almarhum sudah mengabdi selama 41 tahun.

Satu hal yang diingatnya, dalam kondisi apapun almarhum tetap menaruh perhatian kepada keluarga. Ia menanamkan nilai kedisiplinan kepada kelimana anaknya.

Baca: 140 Kopassus Dikerahkan untuk Evakuasi Ratusan Orang yang Terjebak di Gunung Rinjani Pasca Gempa

"Nilai kedisiplinan ini selalu ditekankan kepada kami, bahkan kepada orang yang mengunjunginya Bapak sering memberikan wejangan," ucapnya.

Soal asal-usul nama Pak Yong, Bayu mengatakan itu nama panggilan waktu kecil yang diberikan neneknya kepada almarhum.

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved