Polres Balikpapan Larang Kiki Challenge, Ini Ancaman Penjara dan Dendanya

Kiki Challenge jadi tren di media sosial. Hampir pengguna media sosial melakukan eksperimen dengan mencoba tarian y

Polres Balikpapan Larang Kiki Challenge, Ini Ancaman Penjara dan Dendanya
Tribun Kaltim/M Fachri Ramadhani
AKP Noordhianto, Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Balikpapan. 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Muhammmad Fachri Ramadhani

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kiki Challenge jadi tren di media sosial. Hampir pengguna media sosial melakukan eksperimen dengan mencoba tarian yang juga kerap disebut In My Feelings Challenge ini.

Mereka melakukan tarian sambil keluar dari dalam mobil yang terus berjalan perlahan. Tarian itu diiringi lagu hit dari Drake berjudul “In My Feelings.”

Tahukah anda kepolisian tegas melarang masyarakat melakukan tantangan tersebut. Pasalnya selain dapat merugikan diri sendiri, pun dengan orang lain.

Baca: 2 Pengecer Sabu di Balikpapan Dibekuk di Lampu Merah

Ancaman hukuman penjara dan denda juga menguntit para pelaku Kiki Challenge bila kedapatan polisi, atau aktivitasnya merugikan pihak lain. Hal itu diungkapkan Kapolres Balikpapan melalui Kasat Lantas AKP Noordhianto, Selasa (31/7/2018).

Cara netizen mengekspresikan diri tersebut jelas melanggar Pasal 283 UU Lalu lintas Nomor 22 Tahun 2009. Ancaman hukuman penjara maksimal 3 bulan, denda Rp 750 ribu.

"Menggangu konsentrasi dan membahayakan saat berkendara di jalan. Melakukan kegiatan lain, tidak wajar, mengakibatkan gangguan konsentrasi sehingga merugikan orang lain," paparnya.

Baca: Setelah Pendaftaran Tutup, Puluhan Siswa Swasta di Balikpapan Pindah ke Negeri

Lebih lanjut, Noor menegaskan, selama aktivitas dilakukan di ruang publik, hukum masih bisa menjangkaunya. "Baik hukum lalu lintas maupun pidana lainnya," tuturnya.

Kendati belum ada kejadian di Balikpapan, akibat dampak Kiki Challenge. Ia berharap hal ini jadi perhatian. Jangan sampai ada kejadian baru tren tersebut berhenti.

Meski dilakukan di jalan sepi atau kawasan perumahan, tetap saja dikategorikan berbahaya. Lantaran jalan tersebut milik hajat hidup orang banyak.

Baca: Selain di Darat, Peredaran Narkoba di Samarinda juga Gunakan Jalur Perairan

"Di jalan itu bukan dirinya sendiri, ada orang lain. Konsentrasi hilang. Kendaraan berjalan di atas jalan publik.

Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved