Tumpahan Minyak di Pantai Melawai Balikpapan Diperkirakan Muncul Sejak Subuh
Tumpahan cairan hitam kental diduga minyak kembali mencemari pantai Melawai Balikpapan, Selasa (31/7/2018).
Laporan wartawan Tribunkaltim.co, Nalendro Priambodo
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Tumpahan cairan hitam kental diduga minyak kembali mencemari pantai Melawai Balikpapan, Selasa (31/7/2018). Tumpahan kali ini merupakan tumpahan kali ke-3 dalam dua minggu terakhir.
Menurut Ani, penjaga warung Ria yang lokasinya berada tepat di lokasi kejadian, malam sebelumnya, sekitar pukul 00.00, setiap dirinya menutup warung, dirinya belum menemukan cairan tersebut.
Namun demikian, pagi antara pukul 08.00an Wita saat dirinya sedang membuka warung ia sudah mencium bau minyak bercampur gas dekat warungnya.
Baca: Cairan Mirip Minyak Kembali Muncul di Pantai Melawai Balikpapan, Diimbau tak Ada Percikan Api
"Ternyata di belakang sudah ada minyak," katanya Selasa (31/7/2018).
Dia perkiraan minyak muncul perkiraan subuh terbawa arus surut.
Di lapangan, beberapa pekerja menggunakan pakaian safety berlogo Pertamina, nampak mengambil sampel minyak dalam botol kaca. Sementara itu, petugas lainya melokalisir minyak tepat di samping dermaga lanal dibantu oil boom.
Sebaran ceceran meliputi sepanjang pondasi dermaga Lanal Balikpapan, hingga beberapa ratus meter sebelah kanan arah Pelabuhan Semayang.
Kejadian ini memancing respon Wakil Walikota Balikpapan, Rahmad Mas'ud yang langsung meninjau lokasi tumpahan tak lama setelah kejadian.
Baca: Polres Balikpapan Larang Kiki Challenge, Ini Ancaman Penjara dan Dendanya
Rahmad menegaskan pada siapapun yang terbukti membuang minyak ini ke laut bakal dipidana sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Apalagi, kejadian ini merupakan kali ketiga dalam dua pekan terakhir. Belum diketahui siapa pemilik semua minyak ini.
"Kalaupun ada perusahaan atau bengkel yang membuang minyaknya (ke laut) akan dipidana soal perusakan lingkungan," kata Rahmad.
Sembari menyelidiki siapa pemilik minyak yang harus bertanggungjawab, Rahmad menjelaskan, pihaknya tak akan berdebat terlalu panjang soal kewenagan pengelolaan dan pengawasan laut, dari titik 0-12 Mill yang kini jadi kewenagan provinsi. Terpenting saat ini, minyak dilokalisir, ditanggulangi agar tak semakin merusak.
"Prinsipnya kita menanggulangi dulu, actionnya dulu di lapangan, baru ditanya siapa yang tanggungjawab," ujarnya.
Baca: Selain di Darat, Peredaran Narkoba di Samarinda juga Gunakan Jalur Perairan
Hingga berita ini diturunkan sekitar pukul 11.35 Wita, nampak petugas dari Pertamina RU 5 Balikapapan, menyedot minyak di lokasi kejadian menggunakan selang yang terhubung dengan mobil tangki limbah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/tumpahan-cairan-hitam-kental-diduga-minyak-kembali-mencemari-pantai-melawai_20180731_121324.jpg)