Kamis, 16 April 2026

Kontroversi Divestasi Saham Freeport, Luhut: Kalau Orang Ribut Terus Harga Saham Bisa Turun

pihak-pihak yang mempersoalkan divestasi 51 persen saham PT Freeport Indonesia merupakan orang-orang yang tidak mengerti dunia usaha

Pemandangan area tambang Grasberg Mine di Kabupaten Mimika, Papua, yang dikelola PT Freeport Indonesia. Lubang menganga sedalam 1 kilometer dan berdiameter sekitar 4 kilometer itu telah dieksploitasi Freeport sejak tahun 1988. Hingga kini, cadangan bijih tambang di Grasberg Mine tersisa sekitar 200 juta ton dan akan benar-benar habis pada 2017. (KOMPAS/PRASETYO ) 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyebut, pihak-pihak yang mempersoalkan divestasi 51 persen saham PT Freeport Indonesia merupakan orang-orang yang tidak mengerti dunia usaha.

"Orang ribut-ribut (soal Freeport) ngoceh sana sini enggak mengerti dagang. Banyak aspek yang ditimbang. Kalau ribut, enggak ada yang untung. Nanti harga saham bisa turun, nanti manajemen marah," ucap Luhut dalam Afternoon Tea bersama media di kantornya, Jakarta, Rabu (1/8/2018).

Oleh karena itu, dia meminta agar semua pihak untuk tidak terus mempermasalahkan hal tersebut. Luhut mengatakan, proses negosiasi dengan Freeport McMoran masih terus berlangsung.

"Saya kira terus berjalan dan masih proses. Kan saya bilang berkali-kali, kalau ribut-ribut itu bikin harga saham turun," kata Luhut.

[Ridwan Aji Pitoko]

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Luhut Sebut Pihak yang Ributkan Divestasi Freeport Tak Mengerti Dagang", 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved