WhatsApp Berencana Berlakukan Pesan Berbayar Bagi Pebisnis
WhatsApp meluncurkan 'perkakas' baru, yakni pay-to-use, ditujukan untuk para pengguna yang punya bisnis/ perusahaan
TRIBUNKALTIM.CO - WhatsApp meluncurkan 'perkakas' baru, yakni pay-to-use, ditujukan untuk para pengguna yang punya bisnis/ perusahaan.
Pay-to-use itu digunakan para pebisnis untuk berkomunikasi dengan pelanggannya.
Perusahaan dapat menyediakan informasi dan layanan, seperti tanggal pengiriman barang atau saat barang telah dikirim kepada pelanggan.
Kemudian, pihak pebisnis/ perusahaan akan dikenakan biaya pengiriman pesan.
Baca: Akhirnya Polisi Berhasil Meringkus Penipu yang Mengaku Pengusaha Minyak dari Singapura
Setiap pesan yang dikirim akan dikenakan biaya sebesar 0,5 sen hingga 9 sen, tergantung di negara mana penggunanya berada.
Biaya itu kemungkinan bisa lebih mahal dari SMS.
Dikutip dari BBC pada 2 Agustus 2018, pesan-pesan yang dikirim akan dienkripsi.
Meski begitu, menurut laporan Wall Street Journal, perusahaan bisa menyimpan kopian pesan dalam bentuk dekripsi.
Baca: Lewat Instagram, Shandy Aulia Akhirnya Minta Maaf, Begini Jawaban Sule
Adanya pesan berbayar ini memungkinkan Facebook menghasilkan uang dari WhatsApp.
Langkah ini -pesan berbayar untuk perusahaan/ pebisnis- dilakukan selang tiga bulan setelah mantan bos WhatsApp, Jan Koum, mengumumkan keluar dari tim yang ia dirikan bersama.
Seperti diketahui sebelumnya, pada akhir April 2018 lalu, Jan Koum memutuskan untuk keluar dari WhatsApp karena -dikabarkan- adanya perbedaan pendapat dengan Facebook soal privasi data, enkripsi, dan masalah lainnya.
(*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul WhatsApp Akan Berlakukan Pesan Berbayar untuk Para Pebisnis, http://www.tribunnews.com/seleb/2018/08/02/whatsapp-akan-berlakukan-pesan-berbayar-untuk-para-pebisnis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/versi-android-ini-tak-bisa-jalankan-whatsapp-2-tahun-lagi_20180620_084055.jpg)