Breaking News:

BPS Catat Inflasi Balikpapan Tertinggi Dibanding Kota Lainnya

Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Balikpapan melaporkan inflasi di kota Balikpapan pada Juli 2018.

Penulis: Siti Zubaidah | Editor: Trinilo Umardini
INTERNET
Ilustrasi 

Laporan wartawan Tribunkaltim.co, Siti Zubaidah

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Balikpapan melaporkan inflasi di kota Balikpapan pada Juli 2018 menempati posisi tertingggi dari sembilan kota di pulau Kalimantan lainnya.

Berdasarkan kelompok komoditi pengeluaran konsumsi rumah tangga (kelompok pengeluaran), pada bulan ini kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks harga dari yang tertinggi masing–masing adalah Kelompok Transport, Komunikasi, dan Jasa Keuangan (3,32 persen), Kelompok Pendidikan, Rekreasi, dan Olah Raga (2,22 persen), Kelompok Bahan Makanan (0,69 persen), Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar (0,33 persen), Kelompok Kesehatan (0,30 persen), Kelompok Makanan.

"Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau (0,01 persen). Sementara kelompok pengeluaran  yang mengalami penurunan indeks harga adalah Kelompok Sandang (-0,08 persen)," kata Kepala BPS Kota Balikpapan Nur Wahid.

Baca: Konser di Indonesia Desember Nanti, Band Metal Legendaris Judas Priest Undang Presiden Jokowi

Komoditi yang memberikan andil terbesar terhadap terjadinya inflasi adalah mobil yang mengalami kenaikan indeks harga sebesar 8,5079 persen dan memberikan andil sebesar 0,2421 persen.

Diikuti angkutan udara yang mengalami kenaikan indeks sebesar 4,78 persen dan memberikan andil 0,1807 persen, serta tomat sayur dengan kenaikan indeks 30,6059 persen dan memberikan andil 0,1603 persen. 

Sementara, komoditi yang mengalami penurunan indeks harga pada bulan ini yaitu bayam yang mengalami penurunan indeks harga sebesar 17,6979 persen dan memberikan andil terhadap inflasi sebesar -0,0424 persen, diikuti oleh pisang yang mengalami penurunan sebesar 4,7057 persen dan memberikan andil terhadap inflasi sebesar -0,03 persen, serta ayam hidup dengan penurunan sebesar 25,6206 persen dan memberikan andil sebesar -0,0282 persen.

Baca: Begini Ekspresi The Sacred Riana Begitu Juri Loloskan ke Babak Perempat Final AGT 2018

Wahid mengatakan, Kota Balikpapan pada Juli 2018 mengalami inflasi sebesar 1.03 persen.

Inflasi di Balikpapan kali ini lebih tinggi dari rata-rata inflasi nasional yang sebesar 0.28 persen dan lebih tinggi pula dari rata-rata inflasi Kalimantan Timur yang sebesar 0.92 persen.

“Balikpapan tertinggi inflasinya pada Juli 2018. Menyusul Tanjung 0.94 persen dan Singkawang 0.85 persen. Yang mengalami deflasi Banjarmasin, Sampit, dan Tarakan,” sebut Nur Wahid.

Sudah menjadi tren terjadi kenaikan inflasi setiap  memasuki libur panjang dan pergantian tahun ajaran baru.

Baca: Tuding tak Bekerja Profesional, Warga Inggris Tampar Petugas Imigrasi Ngurah Rai

Kenaikan indeks harga terlihat kelas pada kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan.

Kendati demikian kenaikan indeks harga pada bahan makanan masih lebih tinggi.

 “Sayur-sayuran bulan ini mengalami inflasi tertinggi 4.80 persen, menyusul pendidikan 4.76 persen, transport 3.76 persen dan komunikasi dan pengiriman 3.44 persen,” ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved