Warga Baru Ulu Balikpapan Rawan Kena Penyakit Menular, Ini Penyebabnya
pemukiman penduduk warga Baru Ulu paling banyak berada di pinggiran pesisir laut dan pinggiran anak-anak sungai dengan konsep model rumah panggung.
Penulis: Budi Susilo | Editor: Januar Alamijaya
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN -Ribuan warga Kelurahan Baru Ulu, Kecamatan Balikpapan Barat, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur mendesak sangat membutuhkan sarana Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal.
Kondisi pemukiman penduduk warga Baru Ulu paling banyak berada di pinggiran pesisir laut dan pinggiran anak-anak sungai dengan konsep model rumah panggung.
Keberadaan pemukiman penduduk di kawasan ini sampai sejauh ini belum difasilitasi instalasi pengolahan limbah kotoran manusia.
Baca: Densus Ringkus Tiga Terduag Teroris di Bandung, Punya Beberapa Anak Asuh Yatim Piatu
Hal ini diungkapkan Lurah Baru Ulu, Muhammad Rizal kepada Tribunkaltim.co, menjelaskan, warga masyarakat sampai sejauh ini masih membuang kotoran Buang Air Besar (BAB) secara sembarangan sebab kondisi pemukimannya tidak didukung fasilitas pengolahan limbah.
"Harapan saya sebagai lurah dan warga, semoga segera di bangun IPAL," ujarnya di Kelurahan Baru Ulu pada Jumat (3/8/2018) pagi.
Dia menjelaskan, sejak puluhan tahun keberadaan pemukiman penduduk di Baru Ulu telah muncul dan terus tumbuh. Kini semakin lama semakin padat.
Baca: Fadli Zon Sebut 60 Jenderal Purnawirawan TNI Dukung Prabowo jadi Presiden 2019
Menurut Rizal, hal yang paling mengkhawatirkan dan menyedihkan bagi warga setempat ialah masih adanya konsep buang air besar secara sembarangan.
"Begitu warga buang air besar, dilarikannya ke air langsung. Rumah-rumah model panggung, kotoran jatuh ke anak sungai, kemudian lari ke laut," tuturnya.
Menurut dia, konsep gaya hidup ini tidak semestinya terus dilakukan, mengingat ini merupakan suatu tanda bahaya bagi warga setempat dan di lingkungan sekitar.
"Rawan bisa munculkan penyakit menular. Kualitas hidup warga setempat tidak bagus. Kita ingin sumber daya manusia Balikpapan harus berkualitas yang dimulai dari kesehatan lingkungannya," kata Rizal.
Baca: Selamat! Mytha Lestari Dikaruniai Bayi Laki-laki, Ini Makna Nama Buah Hatinya
Apalagi, tambah Rizal, di kalangan anak-anak yang tinggal di kawasan Kelurahan Baru Ulu sebagian besar banyak bermain di wilayah perairan laut yang dekat mangrove.
Setiap harinya ada saja anak-anak kecil selalu bermain di air, hampir setiap hari. Tiap sore sepulang sekolah anak-anak di sini mandi di lokasi perairan.
Seandainya ada yang sampai ada tertelan airnya atau terkena kulit membawa dampak buruk bagi anak-anak. "Kan sudah tercemar kotoran buangan air besar manusia. Ini bahaya sekali," tegasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/pemukiman-penduduk-di-kelurahan-baru-ulu_20180803_113130.jpg)