Gempa Bumi

Gempa Lombok, Pusat Gempa Berada di Lereng Gunung Rinjani, Ini Penjelasan BMKG

Gempa bumi yang baru saja terjadi di wilayah Lombok dengan magnitudo 7 berlokasi di lereng Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Gempa Lombok, Pusat Gempa Berada di Lereng Gunung Rinjani, Ini Penjelasan BMKG
TRIBUN BALI/RIZAL FANANY
Pihak Rumah Sakit Sanglah mengambil langkah mengevakuasi seluruh pasien yang ditempatkan di bangsal akibat gempa bumi yang berpusat di Lombok, NTB, Minggu (5/8/2019). Beberapa tenda darudat pun didirikan di lapangan yang ada di Rumah Sakit Sanglah. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Gempa bumi yang baru saja terjadi di wilayah Lombok dengan magnitudo 7 berlokasi di lereng Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB), demikian disampaikan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) Dwikorita Karnawati.

Dalam konferensi pers di Gedung BMKG, Jakarta, Minggu (5/8/2018), Dwikorita menjelaskan, "Tepatnya berlokasi di darat pada lerang utara timur laut Gunung Rinjani pada jarak 18 kilometer arah barat laut Lombok Timur pada kedalaman 15 kilometer." 

Dwikorita menjelaskan, gempa bumi ini tergolong gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas patahan yang naik.

Baca: Hasil Akhir Community Shield - Sergio Aguero Cetak Brace, Manchester City Raih Trofi Kelima

Baca: Ini Titah Sultan Adji Muhammad Salehuddin II sebelum Wafat kepada Putera Mahkota

Baca: Tantangan Momo Challenge Berakhir Maut

BMKG menyatakan gempa ini merupakan gempa bumi utama dari rangkaian gempa pendahuluan.

"Mengingat pusat gempanya sama dengan gempa bumi yang terjadi tanggal 29 Juli 2018 lalu maka BMKG menyatakan gempa bumi ini merupakan gempa bumi utama, atau main shock dari rangkaian gempa bumi yang terjadi sebelumnya," kata dia.

Dwikorita juga menyatakan masyarakat di Lombok yang sempat mengungsi ke dataran tinggi bisa kembali ke permukiman asalnya.

Baca: Korut Kritik Sikap AS Kurang Sabar dan Mudah Ancam Beri Sanksi

Baca: Piala AFF U-16 - Laos Tahan Imbang Thailand, Nasib Malaysia Ditentukan di Laga Penutup Fase Grup

Baca: PKPU HI Tawarkan Hewan Kurban Mulai Rp 1,5 Juta, Bakal Jangkau Daerah Terpencil Nusantara

Hal itu terkait telah dicabutnya peringatan dini tsunami sehubungan terjadinya gempa di wilayah Lombok yang bermagnitudo 7.

"Yang rumahnya tidak rusak, tidak retak, sudah aman untuk kembali ke rumah meskipun tetap harus waspada. Dan juga aman apabila rumahnya di dekat pantai karena peringatan dini tsunami telah berakhir," kata Dwikorita.

Ia juga mengingatkan, bagi masyarakat yang rumahnya retak atau rusak parah, diminta tak mendatangi atau tinggal di rumah tersebut.

Halaman
12
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved