Atlet Bola Tangan Kaltim Punya Fisik dan Stamina Unggul, Ternyata Ini Rahasianya

Tidak hanya 45 atlet Kaltim yang berlaga di Asean Games 2018, cabor bola tangan ternyata juga menyumbangkan 10 atletnya

Atlet Bola Tangan Kaltim Punya Fisik dan Stamina Unggul, Ternyata Ini Rahasianya
TRIBUN KALTIM / CORNEL DIMAS SATRIO KUSBIANANTO
Atlet Bola Tangan Kaltim sebelum.bertolak ke Seleknas Asian Games di Jakarta. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Tidak hanya 45 atlet Kaltim yang tergabung dalam tim Indonesia berlaga di Asean Games 2018, cabang olahraga bola tangan ternyata juga menyumbangkan 10 atletnya, termasuk satu pelatih di skuat Asian Games Indonesia.

Empat atlet putri diwakili Gladys Risma Septiananda, Fitry Anggi Yani, Anggun Pramesti, dan Sri Nurlinda. Sedangkan putra menyumbangkan lima atlet, yakni Victorius Rafael, Yulianto Effendi, Harun Nurrasyid, Oni Arianus, dan Muhammad Aryasatya.

Satu pelatih juga tergabung dalam timnas Asian Games atas nama Joni Seprianus. Dengan demikian jumlah atlet Kaltim yang berlaga di Asian Games menjadi 54 orang.

Baca: Pelatih Persib: Setelah Lawan Mitra Kukar, Mungkin Saya akan Pergi ke Malaysia

Lolosnya sembilan atlet Kaltim tak lepas dari perjuangan matang yang telah diprogramkan Pengprov ABTI Kaltim jelang seleksi nasional. Secara teknik, atlet Bumi Etam tak kalah kualitas dengan daerah lain. Justru, atlet Kaltim memiliki kelebihan secara fisik dan stamina. Hal ini tak lepas dari asupan gizi yang benar-benar dijaga ketat Pengprov ABTI Kaltim.

Ketua Pengprov ABTI Kaltim Suryadi menuturkan rahasia kebugaran fisik atletnya selama menjalani seleknas hingga pelatnas berasal dari buah bit yang dikonsumsi rutin para atlet.

"Sejak awal, memang kami betul-betul memperhatikan gizi mereka. Salah satunya buah bit yang rutin mereka konsumsi. Kita usahakan sendiri buah itu untuk mereka agar fisik mereka terjaga," kata Suryadi kepada Tribun di Samarinda, Selasa (7/8).

Baca: Manajemen Sriwijaya FC Temui PT LIB, Ini Persoalan yang Dibicarakan

Buah bit atau beetroot adalah akar umbi tanaman sayur bit dengan warna merah tua dan berasal dari kawasan Amerika Utara. Buah tersebut kemudian dibuat menjadi jus agar mudah diasup para atlet.

Menurut Suryadi, jus buah bit banyak mendatangkan manfaat bagi kesehatan, seperti melancarkan pencernaan, penambah darah dan stamina. "Jus bit ini meningkatkan butiran darah merah yang membuat atlet kita tidak gampang drop. Vitamin juga mendi asupan kami. Tapi jus bit ini yang penting," tuturnya.

Saat ini para atlet sudah harus fokus menatap Asian Games. ABTI Kaltim hanya bisa memantau dari jauh perkembangan atletnya. Suryadi memastikan atlet Kaltim dalam kondisi siap memberikan yang terbaik bagi Indonesia.

"Sekarang mereka sudah harus fokus. Berdasarkan persiapan terakhir saat mereka try out di Korea Selatan, atlet Kaltim tidak mengalami masalah berarti. Fisik mereka bagus. Sekarang tinggal waktunya bertanding, semoga mendapatkan hasil yang baik," tuturnya.

Baca: Pemain Naturalisasi Timnas Basket Indonesia Tak Sabar Berlaga di Ajang Asian Games 2018

Sementara itu terkait peluang medali tim Indonesia di Asian Games, Suryadi memprediksi tim putra lebih memiliki kans mendapatkan medali. Hal ini berdasarkan raihan positif saat try out di Thailand awal Mei silam. Namun peluang itu bisa berubah, mengingat hasil drawing Asian Games yang menempatkan tim putra di grup kuat bersama Hongkong dan Arab Saudi. Sedangkan tim putri berada satu grup dengan Jepang, Hongkong, Thailand, dan Malaysia.

"Target tim Indonesia lolos fase group dulu baru bicara medali. Saat ini kita agak sedikit di bawah Thailand. Tapi tim Putra mampu menang dua kali dan kalah sekali. Peluang di putra cukup bagus. Semoga bisa lebih bersaing," ungkap Suryadi. (*)

Penulis: Cornel Dimas Satrio Kusbiananto
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved