Benih Tumbuhan dari Luar Negeri Dimusnahkan Balai Karantina Pertanian Balikpapan

Sebagian besar merupakan benih tanaman yang masuk ke Balikpapan berstatus ilegal. Selain itu, ada juga bahan pangan seperti beras

Tribun Kaltim/M Fachri Ramadhani
Pemusnahan Media Pembawa Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) dan Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK), Rabu (8/8/2018) di kantor Balai Karantina Pertanian Kelas I A Balikpapan. 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Rabu (8/8/2018) media pembawa organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) dan hama penyakit hewan karantina (HPHK) dimusnahkan Balai Karantina Pertanian Kelas I A Balikpapan.

Sebagian besar merupakan benih tanaman yang masuk ke Balikpapan berstatus ilegal. Selain itu, ada juga bahan pangan seperti beras, buah-buahan, pun dengan daging babi yang disita.

"Itu masuk harus dilengkapi dengan sertifikat sedangkan barang-barang ini tidak. Dikhawatirkan membawa hama penyakit dari luar negeri. Kita jaga sumber daya alam jangan sampai tercemar penyakit dari luar," ujar Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I A Balikpapan, Syamsu Alam.

Baca: Disbun Kutim Ingatkan Peredaran Bibit Sawit Palsu, Petani Diminta Tak Tergiur Harga Murah

OPTK dan HPHK tersebut merupakan barang sitaan penindakan Balai Karantina Pertanian Balikpapan sejak Januari hingga Agustus 2018.

Asal barang ilegal tersebut dari negara seperti Thailand, China, India, Malaysia, Singapura, Laos, Swedia dan New Zealand. Sementara dari dalam negeri yakni daerah Pekan Baru Jawa Timur.

"Kita amankan dari Bandara SAMS Sepinggan, Pelabuhan di Balikpapan dan kantor jasa ekspedisi," tuturnya.

Baca: VIDEO- Polisi Meringkus Manajer Front Office Hotel, Tersangka Pembunuh dan Pembakar Ferin Anjani

Lanjut Syamsu, pihaknya sebenarnya telah memberikan waktu dan ruang kepada pemilik barang untuk menyelesaikan legalisasi pengiriman barang tersebut. Ia juga menegaskan bahwa, barang-barang yang dimusnahkan bukan kategori penyelundupan

"Bukan penyelundupan, tapi ketidaktahuan. Tapi tetap itu melanggar ketentuan. Tetap kita berikan sanksi, dikembalikan ke tempat asal. Tapi rata-rata dimusnahkan, karena tak ada komunikasi lanjut, dikasih tenggang waktu tak ada, ya, kita musnahkan," paparnya.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved