Jalan Rusak Gara-gara Mobil CPO, Ini Tindakan Warga Kecamatan Penajam

Puluhan warga di RT 12 Kelurahan Gunung Steleng, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), memportal Jalan Meriam sejak.

Jalan Rusak Gara-gara Mobil CPO, Ini Tindakan Warga Kecamatan Penajam
TRIBUN KALTIM/SAMIR
Puluhan warga di RT 12 Kelurahan Gunung Steleng, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), memportal Jalan Meriam sejak, Senin (5/8/2018) lalu. 

Laporan wartawan Tribunkaltim.co, Samir Paturusi

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Puluhan warga di RT 12 Kelurahan Gunung Steleng, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), memportal Jalan Meriam sejak, Senin (5/8/2018) lalu.

Hal ini dilakukan setelah jalan tersebut mengalami kerusakan karena setiap hari dilewati truk pengangkut Crude Palm Oil (CPO).

Agar truk pengangkut CPO tidak melewati jalan tersebut, warga memasang kayu melintang dan hanya bisa dilalui sepeda motor maupun mobil pribadi, sementara untuk truk tidak bisa lewat karena ketinggian portal tersebut hanya bisa dilewati kendaraan kecil.

Baca: Abdul Somad Tolak Jadi Cawapres, Siang Ini Prabowo Subianto Sambangi PKS

Untuk sementara, truk pengangkut CPO ini terpaksa dialihkan menggunakan jalan lain menuju Pelabuhan Benuo Taka, di Kawasan Industri Buluminung (KIB).

Wakil Ketua LPM Gunung Steleng, Ahmad, Rabu (8/8/2018) menjelaskan, permortalan jalan ini dilakukan karena selama ini tidak ada upaya untuk memperbaiki jalan tersebut.

Baca: Pendaftaran Capres-Cawapres Ditutup 2 Hari Lagi, Pengamat: Kubu Jokowi dan Prabowo Masih Galau

Ia mengaku, sebelum lebaran lalu memang ada perbaikan jalan yang rusak, namun setelah itu tidak ada lagi perbaikan.

Ia mengungkapkan, Panjang jalan yang mengalami kerusakan mencapai 650 meter.

Baca: Mitra Kukar Vs Persib, 3 Laga Tandang Maung Bandung Tuai Hasil Positif

Ahmad mengatakan, jalan ini dilakukan truk CPO bahkan bila dating kapal pengangkut mereka bisanya melalui jalan tersebut selama 24 jam.

"Biasanya sampai 100 kali bolak balik truk pengangkut CPO itu sampai 24 jam. Makanya kerusakannya cukup parah," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Samir
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved