Pemkot Samarinda Terbitkan Edaran, Harga Ayam Tak Lagi Dihitung per Ekor tapi per Kilogram

Ketiga surat edaran tersebut bertujuan untuk menekan harga daging ayam ras, yang sempat melambung tinggi beberapa bulan terakhir ini.

Pemkot Samarinda Terbitkan Edaran, Harga Ayam Tak Lagi Dihitung per Ekor tapi per Kilogram
TRIBUN KALTIM/RAFAN A DWINANTO
Harga ayam di Pasar Segiri Samarinda kembali berangsur normal. 

Laporan Tribun Kaltim, Rafan A Dwinanto

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pemkot Samarinda menerbitkan tiga surat edaran sekaligus.

Ketiga surat edaran tersebut bertujuan untuk menekan harga daging ayam ras, yang sempat melambung tinggi beberapa bulan terakhir ini.

Surat edaran tersebut langsung diteken oleh Walikota Samarinda Syaharie Jaang, tertanggal 1 Agustus lalu.

Surat edaran pertama yakni pemotongan ayam ras pada Rumah Potong Unggas (RPU).

Dalam edaran tersebut, Pemkot meminta pengusaha, pengepul ayam ras di Kota Tepian agar memotong ayam di RPU yang sudah disediakan Pemkot.

Baca: Abdul Somad Tolak Jadi Cawapres, Siang Ini Prabowo Subianto Sambangi PKS

Sementara, surat edaran kedua yakni gerakan memasyarakatkan makan ikan (Gemarikan) dan protein lainnya (tahu tempe).

Dalam edaran itu, Pemkot mendorong konsumsi ikan dan protein lainnya kepada siswa di sekolah.

OPD, PKK, dan Dharma Wanita juga diwajibkan menyediakan menu ikan dan protein lainnya di tiap acara yang digelar.

Baca: Pendaftaran Capres-Cawapres Ditutup 2 Hari Lagi, Pengamat: Kubu Jokowi dan Prabowo Masih Galau

Pun demikian dengan hotel dan restauran yang turut diminta mempromosikan menu ikan dan protein lainnya kepada tamu.

Halaman
12
Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved