Pilpres 2019

Heboh Prabowo Disebut Jenderal Kardus karena Duit Sandiaga, Begini Tanggapan Gerindra

Ia juga menyebut kalau Prabowo sebelumnya telah memberikan janji manis saat melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Partai Demokrat

Heboh Prabowo Disebut Jenderal Kardus karena Duit Sandiaga, Begini Tanggapan Gerindra
Tribunnews/JEPRIMA
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat menemui Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono di kediamannya di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (24/7/2018). Pertemuan dilakukan untuk membahas tentang koalisi partai pendukung Capres dan tertutup untuk media. 

Heboh Prabowo Disebut Jenderal Kardus karena Duit Sandiaga, Begini Tanggapan Gerindra

TRIBUNKALTIM.CO - Entah apa yang terjadi, tiba-tiba politikus Partai Demokrat, Andi Arief melontarkan komentar pedas terhadap capres Prabowo Subianto.

Di akun Twitter-nya, Andi Arief mengungkapkan kegeramannya terkait sikap Prabowo yang dinilainya tidak memegang janji.

Ia bahkan menyebut Prabowo sebagai 'Jenderal Kardus'.

Andi Arief juga mengabarkan kalau pertemuan antara Partai Demokrat dengan Prabowo malam ini batal.

"Sejak dulu saya ragu apakah gelegar suaranya sama dengan mentalnya. Dia bukan strong leader, dia chicken."

"Prabowo ternyata kardus, malam ini kami menolak kedatangannya ke kuningan. Bahkan keinginan dia menjelaakan lewat surat sudah tak perlu lagi. Prabowo lebih menghatgai uang ketimbang perjuangan. Jendral kardus."

andi arief
andi arief (Twitter Andi Arief)
cuitan andi arief
cuitan andi arief (Twitter Andi Arief)

Ia juga menyebut kalau Prabowo sebelumnya telah memberikan janji manis saat melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Namun, menurutnya Prabowo enggan memenuhi janji itu.

"Jenderal Kardus punya kualitas buruk, kemarin sore bertemu Ketum Demokrat dengan janji manis perjuangan. Belum dua puluh empat jam mentalnya jatuh ditubruk uang sandi uno untuk mengentertain PAN dan PKS."

cuitan andi arief
cuitan andi arief (Twitter Andi Arief)

Ia juga menyebut kalau Partai Demokrat kini tak lagi sejalan dalam urusan menuntukan cawapres-nya.

Halaman
12
Editor: Syaiful Syafar
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved