Pilpres 2019

Heboh Prabowo Disebut Jenderal Kardus karena Duit Sandiaga, Begini Tanggapan Gerindra

Ia juga menyebut kalau Prabowo sebelumnya telah memberikan janji manis saat melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Partai Demokrat

Tribunnews/JEPRIMA
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat menemui Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono di kediamannya di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (24/7/2018). Pertemuan dilakukan untuk membahas tentang koalisi partai pendukung Capres dan tertutup untuk media. 

"Partai Demokrat tidak alami kecocokan karena Prabowo dalam menentukan cawapresnya dengan menunjuk orang yang mampu membayar PKS dan PAN. Ini bukan DNA kami."

cuitan Andie arief
cuitan Andie arief (Twitter Andi Arief)

Sebelumnya, diketahui kalau kubu Prabowo akan segera menentukan siapa yang akan menjadi cawapres.

Berbagai pertemuan dengan para petinggi dari partai koalisi juga dilakukan.

Termasuk dengan rencana pertemuan dengan elit Partai Demokrat malam ini, Rabu (8/8/2018).

Namun pertemuan itu sepertinya urung dilakukan, dan hal itu terlihat lewat cuitan Andi Arief.

Bantahan Gerindra

Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani membantah tudingan Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief bahwa Sandiaga Uno membayar Rp 500 miliar ke PAN-PKS untuk jadi cawapres Prabowo Subianto.

"Saya kira engga benar, saya akan cek dulu," ujar Muzani ditemui di kediaman Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (8/8/2018).

Muzani pun mengakui jika nama Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut dikonsultasikan dengan partai-partai koalisi.

Selain nama Sandiaga Uno, ia juga menyebut nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Sampai dengan tadi ada dua nama Pak AHY dan Pak Sandi. Kemudian nama-nama itu dikonsultasikan dengam partai-partai konsultasi PKS, PAN dan tentu saja Partai Demokrat dikonsultasikan dari pagi hingga siang hingga malam ini dan hasilnya ya malam ini," ungkap Muzani.

Sebelumnya diberitakan, Wasekjem Partai Demokrat Andi Arief menyebut Sandi menyetor Rp 500 miliar ke PAN-PKS untuk jadi cawapres Prabowo.

Opsi duet Prabowo-Sandi memang makin kuat menjelang detik-detik pendaftaran capres.

"Sandi Uno yang sanggup membayar PAN dan PKS masing-masing Rp 500 M menjadi pilihannya untuk cawapres," sebut Andi kepada wartawan, Rabu (8/8/2018). (*)

Artikel ini telah tayang di http://bogor.tribunnews.com/2018/08/08/sebut-prabowo-jenderal-kardus-wasekjen-demokrat-demokrat-tak-alami-kecocokan?page=all dan http://www.tribunnews.com/nasional/2018/08/08/jawab-tudingan-sandiaga-uno-bayar-pks-dan-pan-rp-500-miliar-sekjen-gerindra-saya-cek-dulu.
Editor: Syaiful Syafar
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved