Pantai Manggar Balikpapan Ditutup Sampai Bulan November, Ini Penyebabnya

Untuk warga Balikpapan yang ingin berlibur di pantai Manggar disarankan untuk mencari destinasi lain

Pantai Manggar Balikpapan Ditutup Sampai Bulan November,  Ini Penyebabnya
TRIBUN KALTIM / BUDI SUSILO
Kondisi kunjungan wisatawan di Pantai Manggar Segara Sari, Kecamatan Balikpapan Timur, Kota Balikpapan, Kaltim pada Senin (18/6/2018) siang. 

TRIBUNKALTIM.CO - Destinasi wisata Pantai Manggar akan ditutup sementara, lantaran abrasi dan ada perbaikan jalan disekitar pantai.

Hal tersebut diungkapkan Rusliansyah Kepala UPTD Pantai Manggar yang ditemui TribunKaltim.co dalam acara pelatihan Pramuwisata Lokal (Local Guide) di Hotel Mega Lestari Balikpapan, Kamis (9/8/2019)

Penutupan Pantai Manggar dimulai pada bulan Agustus hingga akhir November. Untuk warga Balikpapan yang ingin berlibur di pantai Manggar disarankan untuk mencari destinasi lain.

Baca: KPU Balikpapan Ragukan Keaslian Surat Keterangan Pengganti Ijazah Dua Bacaleg

Rusliansyah mengatakan, Pantai Manggar akan ditutup sementara karena terjadi abrasi dan pelebaran jalan serta jembatan disekitar Pantai Manggar.

Pantai Manggar ini setiap  tahun sekali terjadi abrasi. Dimulai dari bulan Juni sampai Desember. Saat ini bulan Agustus lagi puncak-puncaknya gelombang besar. 

"Dua minggu lalu ada empat pohon yang rebah. Informasinya akhir minggu ini gelombang makin besar," kata Rusli sapaan Rusliansyah.

Baca: Diisukan Mundur, Sandiaga Uno: Sampai Detik Ini Saya Masih Wagub DKI

Abrasi juga membuat sampah di pantai Manggar meningkat, lantarangelombang besar juga membawa sampah hingga ke bibir pantai.

"Rencananya kami minggu ini akan membersihkan pantai," ujar Rusli.

Menurut, dampak dari abrasi ini merusak bibir pantai hingga lima meter.

"Selama empat tahun saya di UPTD sudah 20 meter habis bibir pantai rusak karena abrasi. Saya sudah intruksikan ke instansi terkait tolong secepatnya dibuat pemecah ombak agar tidak abrasi. Itu pengaruh angin selatan, karena terjadi di seluruh Indonesia," ungkapnya.

Untuk Sampah di Pantai Manggar setiap harinya sebanyak 2 ton, sedangkan weekend hingga 20 ton. Sampah berasal dari pengunjung dan terbawa ombak.

Kejadian ini pun tidak mempengaruhi pengunjung. Karena kebanyakkan pengunjung yang datang menikmati suasana pantai.

Baca: Denada Beberkan Orang yang Selalu Dampingi Dirinya Lewati Saat Terberat di Hidupnya

"Saat adanya abrasi dan ombak tinggi, pengamanan diperketat. Setiap hari diumumkan sehingga masyarakat tahu, sehingga tidak berenang terlalu jauh," kata Rusli.

Penulis: Siti Zubaidah
Editor: Januar Alamijaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved