Banyak Investor Masuk, Bupati Berau Ingatkan Warga Pulau Maratua
Pulau Maratua kini mengalami perkembangan yang sangat pesat, banyak resort yang sudah berdiri dan sebagian lagi dalam proses pembangunan.
TRIBUNKALTIM.CO – Sebagai salah satu objek wisata andalan, Pulau Maratua kini mengalami perkembangan yang sangat pesat, banyak resort yang sudah berdiri dan sebagian lagi dalam proses pembangunan.
Para investor pun terus berdatangan, mencari lokasi yang sesuai untuk membangun fasilitas pendukung pariwisata. Camat Maratua, Marsudi mengatakan, saat ini, banyak warga Pulau Maratua yang menjual tanahnya kepada para investor.
“Memang tidak sedikit masyarakat yang tergiur untuk menjual lahan mereka, untuk dibangun resort,” ujarnya, Jumat (10/8/2018).
Baca: Ingin Kirim Bantuan ke Lombok? PT Pos Indonesia Beri Fasilitas Gratis, Ini Caranya
Melihat kondisi ini, Bupati Berau, Muharram mengingatkan warga agar tidak buru-buru menjual lahan.
Apalagi, harga sebidang lahan di Pulau Maratua, kini sangat tinggi.
“Dulu, tidak ada yang mau membeli tanah di Pulau Maratua. Sekarang harga tanah naik menjadi Rp 200 ribu per perkan (meter persegi). Satu hektare tanah di Pulau Maratua sekarang harganya bisa Rp 2 miliar,” kata Muharram.
Kondisi ini, menurut Muharram membuat warga tergiur untuk mendapat uang banyak dalam waktu singkat. “Dulu warga di sana hanya berprofesi sebagai nelayan. Sekarang kaya raya, bisa membeli mobil, membangun toko dari hasil menjual tanah,” ungkapnya.
Muharram pun mengingatkan warga agar tidak menjual seluruh lahannya. “Saya ingatkan, jangan dijual semua. Karena saat investor masuk, masyarakat hanya menjadi penonton,” tegasnya. Terlebih lagi, kata Muharram, Pemkab Berau saat ini tengah berupaya menjadikan Pulau Maratua sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata.
“Kami sedang memperjuangkan itu, sehingga bisa menjadi penggerak ekonomi masyarakat Pulau Maratua, tapi kalau semua lahan dikuasai investor, nanti warga Maratua juga yang gigit jari,” imbuhnya.
Baca: Partai Demokrat Putuskan Usung Prabowo-Sandiaga, Ini Alasannya
Terlebih lagi, sebagai pulau yang berbatasan dengan negara lain, pemerintah pusat tengah fokus membangun ilayah perbatasan sehingga pembangunan fisik akan semakin pesat. Saat ini, kata Muharram sudah banyak investor dan calon investor yang melirik Pulau Maratua.
“Ada yang membangun resort, hotel dan sarana wisata. Apalagi di Maratua sudah ada fasilitas pendukungnya, seperti bandara dan pelabuhan. Suatu saat nanti, Pulau Maratua akan semakin padat. Sisakan (lahan) untuk anak-cucu,” tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/pulau-maratua_20180810_140726.jpg)