Rp 35,5 Triliun Habis untuk Pengobatan akibat Kualitas Udara Buruk

Penggunaan BBM jenis Euro 4 pada seluruh kendaraan mutlak dilakukan guna menyediakan udara bersih bagi masyarakat.

Rp 35,5 Triliun Habis untuk Pengobatan akibat Kualitas Udara Buruk
wartakota.com
Asap knalpot kendaraan sangat besar. menyebabkan kualitas udara semakin memburuk. Kondisi ini mempengaruhi kualitas kesehatan masyarakat. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA-- Penggunaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Euro 4 pada seluruh kendaraan mutlak dilakukan guna menyediakan udara bersih bagi masyarakat.

Hal tersebut juga sejalan dengan amanat Undang-Undang yang tercantum pada Pasal 28 H ayat 1 bahwa setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat, serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan.

“Dalam kajian bersama kami dengan UN pada 2011-2012 lalu, diketahui bahwa sebanyak total Rp 38,5 triliun uang masyarakat habis untuk pengobatan penyakit yang timbul sebagai dampak pencemaran udara,” ujar Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ( KLHK) MR Karliansyah, dalam Forum Merdeka Barat (FMB) 9 di Kemenkominfo, Jakarta, Kamis (9/8/2018).

Asap knalpot kendaraan sangat besar. menyebabkan kualitas udara semakin memburuk. Kondisi ini mempengaruhi kualitas kesehatan masyarakat.
Asap knalpot kendaraan sangat besar. menyebabkan kualitas udara semakin memburuk. Kondisi ini mempengaruhi kualitas kesehatan masyarakat. (wartakota.com)

Baca: Lebih 1000 Kg Ikan Mati Mengapung di Sungai, Akibat Suhu Udara Panas di Eropa

Baca: JJ Rizal Segarkan Memori soal Pesan Soekarno yang Rela Hancur daripada Harus Perang Saudara

Baca: Suhu Udara Sedang Dingin-dinginnya, Inilah 6 Kuliner Khas Dieng yang Cocok untuk Dinikmati

Atas dasar itu, Menteri LHK Siti Nurbaya kemudian menerbitkan Permen LHK nomor 20 tahun 2017 tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang.

Karliansyah meyakini, dengan aturan tersebut bakal ada perubahan kandungan udara menjadi lebih baik lantaran Euro 4 mulai banyak digunakan ketimbang Euro 2.

“Dari data kami, perbandingan antara Euro 2 dengan Euro 4 adalah menurunkan 55 persen kandungan CO dalam udara, 68 persen kandungan Nox, dan 60 persen kandungan HC,” imbuh Karliansyah.

Adapun soal permen tersebut, Karliansyah mengungkapkan bahwa bagi kendaraan berbahan bakar premium aturan akan diberlakukan mulai 7 Oktober 2018.

"Sedangkan bagi kendaraan berbahan bakar diesel akan diberlakukan pada 2021,” pungkas dia. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kualitas Udara Buruk, Masyarakat Habiskan Rp 38,5 Triliun untuk Pengobatan", https://ekonomi.kompas.com/read/2018/08/10/052500826/kualitas-udara-buruk-masyarakat-habiskan-rp-38-5-triliun-untuk-pengobatan.
Penulis : Ridwan Aji Pitoko
Editor : Bambang Priyo Jatmiko

Editor: Priyo Suwarno
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved