Berita Eksklusif

Bung Karno Sudah Dua Kali ke Balikpapan, Ini Tempat Sejarah yang Dikunjungi

Merunut kesaksian sejumlah pelaku sejarah, ternyata Presiden RI pertama Ir Soekarno pernah dua kali mengunjungi Kota Balikpapan

Bung Karno Sudah Dua Kali ke Balikpapan, Ini Tempat Sejarah yang Dikunjungi
Twitter/@SejarahRI
Bung Karno salami bocah 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Merunut kesaksian sejumlah pelaku sejarah, para sesepuh masyarakat Balikpapan, ternyata Presiden RI pertama Ir Soekarno (Bung Karno) pernah dua kali mengunjungi Kota Balikpapan (saat itu masih berstatus Kawedanan di bawah pemerintahan Kabupaten Kutai).

Kunjungan pertama dilakukan pada 1954 dan sempat memberikan pidato di depan ribuan masyarakat Kalimantan di Lapangan Veteran (sekarang sekitar kawasan Blauran dan Bekapai, Klandasan).

Kunjungan Bung Karno ke Balikpapan kedua berlangsung pada 19 Juli 1957 setelah melakukan kunjungan kerja di Manado, Sulawesi Utara. Dalam setiap kunjungannya Bung Karno menginap di paviliun (tempat penginapan khusus tamu VIP) di Hotel Kutai, terletak di dekat Taman Bekapai, Klandasan Ulu, Balikpapan Selatan.

Baca: Kuli Bangunan Hancurkan Lima Rumah Seharga Rp 45 Miliar Karena Belum Gajian

Hotel bersejarah itu kini telah berubah menjadi hotel berbintang lima kebanggan Kota Balikpapan, Hotel Novotel. Sebelumnya, hotel milik Pemerintah Kota Balikpapan itu bernama Hotel Balikpapan.

ML Maliangka, mantan guru SGB menjai saksi sejarah, yakni pernah menjadi pemimpin paduan suara saat penyambutan Presiden Soekarno di Lapangan Veteran, Blauran, Klandasan.

"Saat itu saya ditunjuk menjadi diriken paduan suara yang melibatkan pelajar-pelajar Balikpapan, di antaranya yang saya kenal HM Djapri dan Asnawie Onel. Bung Karno tampak terkesan dengan lagu-lagu kemerdekaan yang kami nyanyikan, seperti Maju Tak Gentar, Garuda Pancasila, Satu Nusa Satu Bangsa dan beberapa lagu kebangsaan lainnya," pengakuan Maliangka, yang juga pernah menjabat Wakil Ketua PGRI untuk wilayah Balikpapan.

Dia ingat betul tanggal kedatangan Bung Karno dan rombongan di Balikpapan, yakni 19 Juli 1957. Kenapa Maliangka ingat, karena kelahiran anak pertamanya terjadi ketika dia baru selesai memimpin paduan suara. Dan tanggal kelahiran putranya tanggal 19 Juli 1957. Untuk mengenang hari bersejarah dan kebesaran nama Bung Karno, putra pertamanya diberi nama Rudi Edward Karnolois.

Baca: Live Streaming SCTV - Inilah Jadwal Lengkap Pertandingan Timnas U-23 Indonesia di Asian Games

Presiden Soekarno dalam pidatonya di depan ribuan pemuda dan pelajar Kalimantan meminta agar selalu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Pidato tanpa teks itu menurut Maliangka banyak mengingatkan kembali akan arti persatuan. Pesan tersebut disampaikan, karena saat itu mulai muncul ada gerakan Permesta di Sulawesi Utara.

Maliangka ingat, begitu tiba di Bandara Sepinggan (bandara lama) Bung Karno dan rombongan dijemput sejumlah pejabat pemerintahan di Kalimantan, termasuk Karyo Witi, pejabat Wedana Balikpapan saat itu. Bung Karno langsung menuju ke penginapan, di paviliun Hotel Kutai.

Esok harinya baru berpidato di depan rakyat Kalimantan. Sayangnya, tempat itu kini tinggal kenangan karena sudah hancur dan dibangun sebuah hotel megah.

Baca: Bertandang Usai Tes Medis, Prabowo: Muhammadiyah Organisasi Islam Terbesar dan Bersejarah

Kesaksian Maliangka dibenarkan HM Djapri, mantan siswanya saat di SGB. Djapri mengaku ikut dalam kelompok paduan suara saat menyambut kedatangan Presiden Soekarno di Balikpapan. Menurut Djapri, kunjungan tahun 1957 itu merupakan kunjungan Bung Karno kali keduanya.

Ketika dia masih berumur delapan tahun, tepatnya tahun 1954 Bung Karno pernah berkunjung ke Balikpapan. Seperti biasanya, saat itu Bung Karno menyampaikan pidato tanpa teks di depan ribuan rakyat Kalimantan. Dalam kunjungannya Bung Karno juga menginap di Hotel Kutai.

Hotel Kutai diperkirakan mulai dibangun tahun 1950-an. Hotel ini merupakan satu-satunya hotel di Balikpapan, sehingga setiap tamu kenegaraan yang datang selalu diinapkan di Hotel Kutai. Khusus tamu penting (VIP), seperti Bung Karno menginap di paviliun.

Baca: Simak Daftar 30 Perwira Tinggi Polri yang Dimutasi per 13 Agustus 2018

Kunjungan Presiden RI pertama di Balikpapan tentunya memiliki makna penting dalam perjalan sejarah bangsa Indonesia. Pada era 50-an Balikpapan sudah dianggap sebagai sentra pemerintahan di Kalimantan. (*)

Penulis: Sumarsono
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved