Harga Telur ayam di Pasar Klandasan Balikpapan Berangsur Normal

Sempat mengalami kenaikkan. Kini harga telur dipasaran kembali normal.Rosikin pedagang di Pasar Klandasan mengatakan harga telur ayam ras

Harga Telur ayam di Pasar Klandasan Balikpapan Berangsur Normal
TRIBUN KALTIM/BUDI SUSILO
Baharuddin pedagang telur di Pasar Pandansari, Kecamatan Balikpapan Barat, Kota Balikpapan, Provinsi Kaltim sedang menunggu pembeli. 

TRIBUNKALTIM.CO - Sempat mengalami kenaikkan. Kini harga telur dipasaran kembali normal.

Rosikin pedagang di Pasar Klandasan mengatakan harga telur ayam ras ini mulai perlahan mengalami penurunan.

Jika sebelumnya harga telur ayam ras bisa mencapai Rp 1.800 per butir, kini sudah mulai turun menjadi Rp 1.500 per butirnya.

Rosikin menyebutkan, bahwa telur ras ini sering dicari, walau pun harganya sempat naik, namun konsumen tetap membeli.

"Kemarin telur ras sempat terjadi kelangkaan, saat ini stok aman, kalau sekarang harga per satu piring berkisar Rp 45.000 sampai Rp 50.000," kata Rosikin.

Baca: Dinkes PPU Janji Besok Gaji dokter PTT Dibayarkan

Menurut Rosikin, turunnya harga terjadi  mulai dua minggu yang lalu. Sebelumnya kenaikan harga terjadi karena pasokan kurang, dan distribusinya terganggu.

"Informasi yang ada akan naik lagi harganya, karena menjelang Idul Adha, tapi paling kenaikkan tidak terlalu tinggi," ujarnya.

Saat ini semua pasokan telur berasal dari berasal dari Jawa Timur. 

Berdasarkan data yang diperoleh KPPU dari Balai Karantina, bahwa pasokan telur dari sentra yakni Blitar dan Kediri menurun sejak Mei hingga Juli ini.

Dengan adanya kondisi ini penyebab telur menjadi mahal bila dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

Meski begitu beberapa waktu lalu harga telur di peternak lokal sudah mulai turun menjadi Rp 50.000 per piring. 

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan M. Saufan mengatakan, dari pantauan kemarin turun ke Lapangan, harga masih tetap normal. Bahkan kalau dibanding dengan minggu lalu sudah turun. 

Baca: Layanan Buka 24 Jam, Cek Stok Darah Hari Ini di Samarinda, Balikpapan, Kukar dan Berau

"Misalnya ikan turun, telur sudah stabil, ayam juga sudah stabil. Saya rasa sudah tidak ada masalah. Kalau harga naik itu biasa saja, artinya memang kebutuhan meningkat, para pedagang ingin memanfaatkan kondisi menjelang lebaran Idul Adha ini," kata Saufan

Saufan mengatakan, untuk stoknya Insya Allah cukup, karena biasa stok stabil untuk satu sampai lima bulan ke depan.

"Harga yang naik tidak ada, bahkan harga daging turun. Karena banyak yang gratisan," katanya.

Penulis: Siti Zubaidah
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved