Berita Video

VIDEO EKSKLUSIF - Kisah Heroik Pejuang Balikpapan Demi Kemerdekaan RI

Keputusan para pejuang di Balikpapan akhirnya memilih lokasi pengibaran bendera Merah Putih di Lapangan Karang Anyar

VIDEO EKSKLUSIF - Kisah Heroik Pejuang Balikpapan Demi Kemerdekaan RI
Tribun Kaltim
Tribun Kaltim 

TRIBUNKALTIM.CO - Menurut Koesman, aksi mengibarkan bendera Merah Putih merupakan salah satu cara menunjukkan Balikpapan ikut masuk dalam bagian wilayah kedaulatan Republik Indonesia. Melalui simbol kibar bendera Merah Putih membuktikan bahwa Balikpapan bagian dari Indonesia.

Pihak tentara kolonial wajib pergi tidak boleh lagi mendirikan pemerintahan.  Keputusan para pejuang di Balikpapan akhirnya memilih lokasi pengibaran bendera Merah Putih di Lapangan Karang Anyar, Jalan Yos Sudarso.

Baca: Bagus Kahfi Bercita-cita Bisa Berkarier di Liga Jepang

Baca: Bejo Sugiantoro Resmi Mundur Jadi Caretaker Persebaya, Begini Kesan yang Diungkapkannya

Esok harinya, Selasa (13 November 1945) pagi, sekitar di area lapangan kompleks buruh minyak De Bataafse Petroleum Maatschppij, Karanganyar, Pandansari sudah dipenuhi massa yang ingin melakukan kegiatan pengibaran bendera Merah Putih -- dikenal dengan peristiwa Karang Anyar.

Massa datang berbondong-bondong dari berbagai daerah sekitar Balikpapan. Rakyat Balikpapan dengan penuh semangat perjuangan tiada gentar ancaman senjata tentara Belanda. Mereka tak berpikir akan celaka dihantam oleh peluru serdadu.

Baca: Kuli Bangunan Hancurkan Lima Rumah Seharga Rp 45 Miliar Karena Belum Gajian

Baca: Bankir Jaga Manajemen Risiko Kredit Valas Saat Rupiah Anjlok

Masyarakat Balikpapan mendatangi Lapangan Karanganyar dengan berjalan kaki sambil memainkan alat musik bertanda ada niatan ingin mengibarkan bendera Merah Putih. Kesaksian Koesman, masyarakat bergelora tidak merasa gentar sedikitpun meski dipelototi tentara Belanda, dijaga ketat dengan senjata api.

Pada barisan rakyat di depan ada puluhan wanita dan anak-anak massa tumpah ruah hadir memenuhi lapangan lokasi pengibaran bendera. Massa sudah berkumpul sejak dini hari jam 02.00 pagi. Beberapa lokasi di simpang jalan dipasang rintangan berupa tali dan Jalan Muara Rapak, Gunung Samarinda dan Gunung Sari dijaga oleh serdadu Belanda yang menggunakan senjata laras panjang.

Namun kata Koesman waktu itu, rakyat merasa tidak memperdulikan dan terus menaikkan nyalinya untuk hadir di lapangan Karanganyar.

Simak Videonya :

(*)

Penulis: Budi Susilo
Editor: Arif Fadilah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved