Kurangi Sampah Plastik, Walikota Ini Bakal Bagikan Botol Minum Ramah Lingkungan

Isu lingkungan terkait permasalahan sampah di Kota Bontang menjadi perhatian serius Walikota Bontang, Neni Moerniaeni.

Kurangi Sampah Plastik, Walikota Ini Bakal Bagikan Botol Minum Ramah Lingkungan
Tribun Kaltim
Walikota Bontang Neni saat menyerahkan bantuan laptop kepada guru sekolah dasar. 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Isu lingkungan terkait permasalahan sampah di Kota Bontang menjadi perhatian serius Walikota Bontang, Neni Moerniaeni.

Walikota berencana membagikan botol minuman ramah lingkungan kepada seluruh pegawai di lingkungan Pemkot Bontang.

Penggunaan botol ramah lingkungan yang terbuat dari materail besi berlogo Pemkot Bontang ini secara resmi dibagikan pada HUT Kota Bontang, 12 Oktober mendatang. Pada momen tersebut, pihaknya bakal membagikan botol minum ramah lingkungan kepada seluruh pegawai.

"Kami akan bagikan botol ramah lingkungan ini pada hari jadi kota," ujar Neni.

Baca: Aksi Peduli Korban Gempa di Lombok, Jurnalis Kukar Ngamen di Jalanan

Neni mengatakan, pihaknya telah menyediakan 3.500 botol sesuai jumlah pegawai se-Kota Bontang. Botol besi yang berlogo Kota Bontang ini dibagikan secara gratis kepada seluruh pegawai.

Kebijakan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian Pemkot Bontang untuk mengurangi penggunaan sampah plastik.

Ia menuturkan, dalam sehari jumlah sampah di Bontang mencapai 90 ton. Jumlah ini masih didominasi oleh sampah yang tak terurai, seperti plastik dan sejenisnya. Untuk itu, pihaknya meminta seluruh pegawai menggunakan botol minum bermaterial besi yang bisa digunakan berulang kali.

Baca: Ini Daftar Produk Kosmetik Berbahaya Hasil Rilis BPOM, Ada Beberapa Merek Terkenal

"Kita tak bisa terus menggunakan botol plastik, saat ini sekarang Indonesia urutan ke-3 di dunia penyumbang sampah plastik terbesar," katanya.

Ketua DPD II Kota Golkar Bontang ini mengatakan melalui gerakan penggunaan botol di lingkungan Pemkot diharapkan mampu menularkan kesadaran warga, agar mengurangi penggunaan sampah plastik selama beraktivitas.

Baca: Selamat Hari Pramuka, Kumpulan Kata Mutiara yang Bisa Dikirim Lewat WhatsApp atau Line Kamu

Sekadar informasi, pemerintah sejak lama menggaungkan daur ulang sampah plastik. Beberapa kelurahan dibentuk Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM). Kelompok ini mengolah sampah plastik dan sampah organik untuk menjadi barang ekonomis. (*)

Penulis: Udin Dohang
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved