Liga Indonesia

Anggota Komdis Beri Saran untuk Persib 'Kalau Hanya Bicara di Media Kami tak Bisa Melakukan Apa-apa'

Sementara untuk kinerja wasit seperti yang dikeluhkan pelatih Persib, Roberto Mario Carlos Gomez, Komdis pun, kata Yusuf, selalu mengawasi

Anggota Komdis Beri Saran untuk Persib 'Kalau Hanya Bicara di Media Kami tak Bisa Melakukan Apa-apa'
Instagram/@igpersib
Daftar pemain Persib Bandung yang disiapkan menghadapi PSKC Cimahi di Piala Indonesia 2018 

TRIBUNKALTIM.CO - Komisi Disiplin Persatuan Sepakbola Indonesia (Komdis PSSI) menegaskan bahwa aturan yang terapkan dalam kompetisi Liga 1 sudah diatur dengan jelas dalam kode etik disiplin.

Komdis PSSI mengatur mengenai laws of the game, pemain, offisial pertandingan, dan juga penonton.

Demikian dikatakan anggota Komdis PSSI, Yusuf Bachtiar saat ditemui di Lapangan Lodaya, Jalan Lodaya, Kota Bandung, Senin (13/8/2018).

 Dikatakan Yusuf, Komdis barus bisa turun tangan menjatuhkan hukuman kepada pemain, offisial pertandingan atau penonton yang melakukan pelanggaran kode disiplin, berdasarkan laporan pertandingan yang masuk.

Baca: Prediksi dan Jadwal Pertandingan Timnas Indonesia Vs Palestina, Asian Games 2018

"Di kode disiplin itu sudah ada segalanya tentang pasal-pasal, tingkah buruk pemain, penonton, kegagalan panitia pertandingan (Panpel), istilahnya kita tinggal nempelkeun kasus tersebut, masuk dalam kategori pasal yang mana, Komdis tidak asal-asalan ambil keputusan," ujar Yusuf.

Sebelum Komdis bergerak, ujar Yusuf, terlebih dulu harus ada surat laporan yang masuk ke Komdis.

Bisa dari Pengawas Pertandingan (PP), perangkat pertandingan ataupun langsung dari manajemen tim yang merasa timnya dirugikan.

"Misalnya, Persib lawan mana, dia merasa dirugikan atau merasa kurang berkenan. Bikin surat ke operator PT Liga Indonesia Baru (LIB), baru dari LIB dikirim ke kami, baru kami olah. Jadi Komdis tidak tiba-tiba langsung jatuhkan hukuman," katanya.

Tak hanya aturan berupa pasal, sanksi denda setiap pelanggaran pun sudah ditentukan. Komdis, ujar Yusuf, tidak asal-asalan dalam menjatuhkan denda.

Lagi pula, setiap denda yang diberikan kepada tim tidak lantas dibayar langsung oleh tim bersangkutan, namun dipotong dari subsidi Rp 7,5 miliar yang diberikan PT LIB.

Baca: Banyak Keluhan Siaran Asian Games 2018 Diacak, Menpora Kirim Surat Teguran ke Stasiun Televisi

Halaman
12
Editor: Januar Alamijaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved