Dugaan Korupsi RPU

Ruangannya Digeledah Tipikor Polda Kaltim, Ketua DPRD Balikpapan Akhirnya Beri Komentar

Tipikor Polda Kaltim, Rabu (15/8/2018) kemarin mengeledah kantor DPRD Balikpapan, termasuk ruang Ketua DRPD Abdulloh

Ruangannya Digeledah Tipikor Polda Kaltim, Ketua DPRD Balikpapan Akhirnya Beri Komentar
Tribun Kaltim/M Fachri Ramadhani
Ruang Ketua DPRD Balikpapan, Abdulloh digeledah penyidik Direktorat Kriminal Khusus Polda Kaltim dalam penanganan kasus dugaan tindak pidana korupsi, Rabu (15/8/2018). 

TRIBUNKALTIM.CO - Direktorat Reserse Kriminal Khusus Subdit Tipikor Polda Kaltim, Rabu (15/8/2018) kemarin mengeledah kantor DPRD Balikpapan, termasuk ruang Ketua DRPD Abdulloh.

Usai pengeledahan Abdulloh pun sempat tak hadir dalam dua kali rapat Paripurna Rancangan Laporan Pertanggung Jawaban Walikota Balikpapan yang dilaksanakan mulai pagi pukul 10.00 Wita.

Namun sekitar pukul 11.30 Wita, Ketua DPRD Balikpapan yang hadir dalam pelantikan dan paripurna Pengangkatan Pengganti Antar Waktu (PAW) Anggota DPRD Balikpapan Ir. H. Sjachruddin yang menggantikan Andi Walinono (mantan anggota DPRD yang terkena kasus hukum).

Baca: Tanggapi Pernyataan Mahfud MD Soal Ancaman, Putri Gus Dur Ungkap Sosok Maruf Amin Sebenarnya

Ketua DPRD pun tidak mengetahui barang apa saja yang sita oleh penyidik dalam pengeledahan tersebut. Karena seperti diketahui pada saat pengeledahan Tim Tipikor membawa empat box dan satu kerdus dari Kantor DPRD Balikpapan.

"DRPD itu manusia juga. Saya sampai hari ini tidak tahu apa saja yang diambil pada saat pengeledahan kemarin, yang pasti kami tidak pernah menghalang-halangi proses hukum yang sedang berjalan," kata Abdulloh.

Menurutnya, pengeledahan itu karna kekurangan data penunjang, sehingga penyelidik mengambil beberapa dokimen dari ruangannya. 

"Kami silahkan saja, kami selalu kooperatif.  Kapan pun diminta hadir dalam proses hukum kami akan hadir," kata Abdulloh.

Baca: 22 Warga Balikpapan Dapat Kesempatan Bikin SIM Gratis

Polisi juga tidak semena-mena mereka menjalankan tugas sesuai dengan prosedur, kita harus saling menghargai. Saya akui mereka yang menjalankan tugas taat prosedur.

"Saya sudah bolak-balik dipanggil, kalau tidak salah dua kali panggilan," ujarnya.

Pemeriksaan mulai dari Bangar, Ketua DPRD, Wakil Ketua, Bandan Anggaran, baik periode 2009 dan periode 2015.

"Kami insya Allah kooperatif, dan tidak menghalang-halangi proses hukum, karena ini bagian dari pelaksanaan hukum," katanya.

Nanti akan ada klarifikasi apa saja yang diambil.

"Saya juga belum tanya kepada Kabag Persidangan, apa saja yang diangkut kemarin," ungkapnya.

Baca: Peserta Pemilihan Duta Anti Narkoba Balikpapan Wajib Pakai Jersey Sepak Bola Saat Seleksi

Abdulloh menegaskan,DPRD dan Pemerintah Balikpapan akan koorperatif untuk taat hukum.

"Penegak hukum pun tidak membuat semena-mena untuk melakukan tindakan karena semua ada prosedurnya," kata Abdulloh.

Penulis: Siti Zubaidah
Editor: Januar Alamijaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved