Sedang Uji Coba, Sebentar Lagi Warga Jakarta Bisa Merasakan LRT

Kereta api ringan atau Light Rail Transit (LRT) rute Kelapa Gading-Rawamangun sudah mulai diuji coba operasi pada Rabu (15/8/2018) kemarin.

Sedang Uji Coba, Sebentar Lagi Warga Jakarta Bisa Merasakan LRT
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Petugas mendampingi wartawan melihat contoh sistem transportasi Light Rail Transit (LRT) di PT Len Industri (Persero), Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Selasa (7/6/2016). Di tahun 2016, PT Len Industri dipercaya menggarap proyek pembangunan Automated People Mover System (APMS) Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan LRT Ibu Kota Jakarta, LRT Intercity Jakarta-Jabodetabek, dan Palembang. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Kereta api ringan atau Light Rail Transit (LRT) rute Kelapa Gading-Rawamangun sudah mulai diuji coba operasi pada Rabu (15/8/2018) kemarin.

Direktur Utama PT Jakarta Propertindo Dwi Wahyu Darwoto menyatakan, selama masa uji coba hanya kalangan terbatas yang bisa mencicipi LRT Jakarta itu.

"Dalam waktu sebulan selama Asian Games ini kami coba, namanya uji coba terbatas, dan itu nanti penumpangnya pun terbatas karena ini kami concern terhadap safety juga," kata Dwi.

Kompas.com, bersama sejumlah awak media berkesempatan menjajal LRT Jakarta dari Stasiun Velodrome di Rawamangun, Jakarta Timur, ke Stasiun Boulevard Utara di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Baca: Tanggapi Pernyataan Mahfud MD Soal Ancaman, Putri Gus Dur Ungkap Sosok Maruf Amin Sebenarnya

Selama masa uji coba, kereta hanya berjalan mondar-mandir dari Stasiun Velodrome ke Stasiun Boulevard Utara.

Sejumlah stasiun yang lain, yaitu Stasiun Equestrian, Stasiun Pulomas, dan Stasiun Boulevard Selatan, masih dalam proses pengerjaan dan belum bisa digunakan.

Perjalanan terbilang cukup nyaman, tanpa ada gangguan. Waktu tempuh perjalanan bolak-balik sejauh kira-kira 8 kilometer sekitar 30 menit.

Baca: Publik Menunggu Kehamilan Meghan Markle, Inilah Hal yang Bisa Tunjukkan Tanda-tandanya

Kecepatan kereta selama masa uji coba ditetapkan sebesar 40 km/jam di trek lurus serta 25 km/jam saat berbelok dan hendak memasuki atau meninggalkan stasiun.

Direktur Utama LRT Jakarta Allan Tandiono mengatakan, angka itu ditetapkan untuk menjamin keamanan dan keselamatan penumpang.

Adapun kecepatan masksimal yang bisa ditempuh kereta pabrikan Korea Selatan itu 80 km/jam.

Halaman
123
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved