Golkar tak Hadiri Paripurna Penetapan Bupati dan Wabup PPU Terpilih, AGM : Mungkin Belum Move On

DPRD Penajam Paser Utara (PPU) menggelar rapat paripurna istimewa pengumuman penetapan calon bupati dan wakil bupati periode 2018-2023

Golkar tak Hadiri Paripurna Penetapan Bupati dan Wabup PPU Terpilih, AGM : Mungkin Belum Move On
Tribun Kaltim/Samir
AGM sedang bersalaman usai rapat paripurna di DPRD PPU 

Laporan wartawan Tribunkaltim.co,Samir Paturusi

TRIBUNKALTIM.CO - DPRD Penajam Paser Utara (PPU) menggelar rapat paripurna istimewa pengumuman penetapan calon bupati dan wakil bupati periode 2018-2023, Senin (20/8/2018).

Dalam rapat ini, Fraksi Golkar tak hadir termasuk Ketua DPRD Nanang Ali.

Rapat paripurna istimewa ini dipiMpin Wakil Ketua Sudirman dan dihadiri seluruh anggota DPRD kecuali lima anggota Fraksi Golkar.

Bukan Hanya itu, juga hadir Pj Bupati Bere Ali, Sekda Tohar serta sejumlah pimpinan OPD.

Baca: Sapi Kurban Presiden Jokowi Seberat 1 Ton, Dibeli dari Peternak Lamongan

Sekretaris DPRD PPU, Andi Singkerru menjelaskan ketidakhadiran anggota Fraksi Golkar ini karena izin dengan berbagai alasan termasuk Ketua DPRD Nanang Ali yang pulang ke Lampung untuk merayakan Idul Adha.

"Kami di Sekretariat DPRD hanya sekadar memfasilitasi saja dan kami sudah memberitahukan kepada anggota Fraksi Golkar," jelasnyaa

Wakil Ketua DpRD Sudirman mengatakn, ketidakhadiran anggota fraksi Golkar merupakan hak politik mereka dan rapat paripurna ini bukan untuk mengambil keputusan sehingga tak perlu penuhi syarat jumlah anggota DPRD.

Bupati terpilih Abdul Gafur Mas'ud mengatakan, secara pribadi tidak mempermasalahkan ketidakhadiran anggota fraksi Golkar karena sudah menjadi hak mereka.

"Itu hak mereka. Mungkin belum move on kali ya," katanya.

Baca: Ini Fairel, Bocah Berseragam Pramuka yang Menganga Lihat Aksi Jokowi di Pembukaan Asian Games 2018

Namun demikian, dirinya akan menjalin komunikasi dengan DPRD termasuk anggota Fraksi Golkar karena tiga pilar masing-masing eksekutif, legislatif dan tokoh masyarakat harus dipadukan.

Sementara itu, Ketua Fraksi Golkar, Jamaluddin mengatakan bahwa tidak ada intruksi dari partai maupun fraksi agar seluruh anggota tak menghadiri rapat paripurna istimewa tersebut.

"Itu hak masing-masing mau hadir atau tidak karena tidak ada intruksi dari partai maupun fraksi untuk tidak hadir di rapat paripurna" katanya.

Jamaluddin mengaku tidak hadir di acara tersebut karena harus menemani keluarganya yang akan dirujuk ke RS Balikpapan, sementara Ketua DPRD Nanang Ali sedang pulang kampung.

Penulis: Samir
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved