Jumat, 17 April 2026

PM Mahathir Mohammad Datang ke China Minta Bantuan Atasi Masalah Fiskal Negaranya

Perdana Menteri Malaysia Mahathir MohaMmad meminta pemimpin tertinggi China untuk membantu masalah fiskal yang membelit negaranya.

AFP/Wang Zhao
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad (kanan) dan Perdana Menteri China Li Keqiang (kiri) berjalan di Balai Agung Rakyat di Beijing, China, Senin (20/8/2018). 

TRIBUNKALTIM.CO, BEIJING-- Perdana Menteri Malaysia Mahathir MohaMmad meminta pemimpin tertinggi China untuk membantu masalah fiskal yang membelit negaranya.

Melansir AFP pada Senin (20/8/2018), dia berusaha untuk merevisi proyek-proyek yang mendapat dukungan besar pemerintah China, yang disepakati pada rezim mantan perdana menteri Najib Razak.

"Saya yakin China akan melihat dengan simpatik terhadap masalah yang harus kami selesaikan," katanya.

"Mungkin (China) dapat membantu kami dalam menyelesaikan masalah fiskal internal kami," imbuhnya.

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad (kanan) dan Perdana Menteri China Li Keqiang (kiri) berjalan di Balai Agung Rakyat di Beijing, China, Senin (20/8/2018).
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad (kanan) dan Perdana Menteri China Li Keqiang (kiri) berjalan di Balai Agung Rakyat di Beijing, China, Senin (20/8/2018). (AFP/Wang Zhao)

Baca: Dilanda Krisis Moneter, PM Mahathir Mohamad Mengeluh Malaysia Terancam Bangkrut

Baca: Utang Rp 3.500 Triliun Malaysia Terancam Bangkrut, RI Rp 5000 Triliun Tetap Tenang Ini Penjelasannya

Baca: Tekan Singapura, Mahathir Naikkan Harga Jual Air 10 Kali Lipat

Sebelumnya, Mahathir sempat melontarkan serangkaian kritikan terhadap kesepakatan kerja sama dengan perusahaan asal China yang dibuat pada era pemerintahan Najib.

Dia telah menangguhkan sejumlah proyek dengan China senilai lebih dari 22 miliar dollar AS atau Rp 320,9 triliun, termasuk proyek kereta api. Namun, pria berusia 93 tahun itu berjanji untuk meninjau lagi kesepakatan yang dinilai tidak adil itu dalam kunjungan lima harinya di China.

Selama konferensi pers bersama Perdana Menteri China Li Keqiang di Balai Agung Rakyat, Beijing, Mahathir menyampaikan terima kasih kepada China karena menyetujui peningkatan impor produk pertanian khusus, seperti durian.

Pekan lalu, dia menyebutkan pentingnya bagi negara untuk memperbaiki kesepakatan dengan China agar dapat menghemat anggaran.

Seperti diketahui, Mahathir sedang berusaha untuk mengurangi utang nasional yang melonjak menjadi 1 triliun ringgit atau sekitar Rp 3.500 triliun.

Baca: Mahathir Tegaskan Selama 2000 Tahun China Tidak Pernah Menduduki Malaysia

Baca: Siti Nurhaliza Ditawari Jadi Penasehat Mahathir Mohamad, Begini Jawaban Sang Diva

Baca: Berkaca Kemenangan Mahathir di Malaysia, Habibie Dicalonkan Jadi Presiden Lagi

Pada Sabtu (18/8/2018), Mahathri bertemu dengan pendiri Alibaba, Jack Ma, di kota Hangzhou.

Dia juga menyaksikan penandatanganan perjanjian kerja sama antara perusahaan otomotif China, Geely, dan produsen mobil asal Malaysia, Proton.

Hubungan bilateral kedua negara memang hangat dalam era pemerintahan Malaysia sebelumnya. Namun, kritikus menilai kerap terjadi kurangnya transparasi dalam hal suku bunga pinjaman.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "PM Malaysia Minta Bantuan China Atasi Masalah Fiskal Negara", https://internasional.kompas.com/read/2018/08/20/13445411/pm-malaysia-minta-bantuan-china-atasi-masalah-fiskal-negara.
Penulis : Veronika Yasinta
Editor : Veronika Yasinta

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved