Desa di Rusia Ini Berencana Mengganti Nama dengan Suriah, agar Dapat Perhatian dari Moskow

Bungur adalah nama Desa di Rusia, berencana akan berganti nama menjadi Suriah, agar pemerintah Moskow mau memperhatikan pembangunan desa ini.

Desa di Rusia Ini Berencana Mengganti Nama dengan Suriah, agar Dapat Perhatian dari Moskow
Radio Free Europe/Alla Mozhdzhenskaya
Seperti inilah kondisi di jalanan Bungur, Rusia. Warga desa di sana berencana mengganti nama menjadi Suriah agar lebih diperhatikan. 

TRIBUNKALTIM.CO, MOSKWA-- Agar mendapat perhatian dari Pemerintah Rusia, warga sebuah desa berencana untuk melakukan penggantian nama. Namun yang membuat unik seperti dilansir Oddity Central Rabu (22/8/2018), warga desa bernama Bungur itu berencana mengganti nama desanya menjadi Suriah.

Salah seorang penggagas, Sergey Zhavronkov berkata, dia melihat Rusia menginvestasikan banyak uang ke negara Timur Tengah tersebut. Karena itu, dengan mempunyai nama yang sama, diharapkan pemerintah juga menggelontorkan dana kepada mereka.

Selama bertahun-tahun, desa dengan jumlah penduduk 600 orang itu mengalami kondisi yang menyedihkan. Jalanan mengalami kerusakan yang parah, pasokan listrik dan air sering sekali mati, serta tidak adanya layanan kesehatan.

Seperti inilah kondisi di jalanan Bungur, Rusia. Warga desa di sana berencana mengganti nama menjadi Suriah agar lebih diperhatikan.
Seperti inilah kondisi di jalanan Bungur, Rusia. Warga desa di sana berencana mengganti nama menjadi Suriah agar lebih diperhatikan. (Radio Free Europe/Alla Mozhdzhenskaya)

Meski mempunyai sekolah, namun karena kondisinya yang tak layak, anak-anak desa itu harus naik bus menuju sekolah di desa terdekat.

"Kami pernah punya perpustakaan, namun sekarang tutup. Yang tersisa tinggal dewan desa dan monumen Perang Dunia II," kata warga lokal bernama Zhavronkov.

Dengan kondisi jalan yang memprihatinkan, para warga takut jika suatu saat bus bakal tidak lagi singgah di tempat mereka.

Seorang warga anonim, kondisi ini berkebalikan dengan masa ketika masih bekerja di sebuah pertanian kolektif Uni Soviet. Selama setahun, sekretaris komite regional bakal berkunjung sebanyak tiga kali.

VIDEO- Laporan Jalan dan Fasilitas Umum Rusak Parah di Desa Bungur Rusia

Yakni pada menanam, pemotongan rumput liar, dan memanen.

"Kami bisa meminta apapun. Kini, tidak ada lagi pejabat dari pemerintah lokal yang mengunjungi kami," keluh warga tersebut.

Zhavronkov berujar, setelah mengganti nama menjadi Suriah, mereka bakal mengajukan bantuan kemanusiaan kepada Kremlin.

Dia mengaku serius mempertimbangkan nama tersebut. Bahkan sebagai wujud keseriusan, warga desa bakal mengundang orang Arab.

"Pemerintah membantu Suriah. Kerusakan di sini hampir sama dengan di sana. Namun, tidak ada yang peduli," tutur dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ingin Diperhatikan Pemerintah, Desa di Rusia Ganti Nama Jadi Suriah", https://internasional.kompas.com/read/2018/08/23/15505641/ingin-diperhatikan-pemerintah-desa-di-rusia-ganti-nama-jadi-suriah.
Penulis : Ardi Priyatno Utomo
Editor : Ardi Priyatno Utomo

Editor: Priyo Suwarno
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved