Tabung LPG yang Mulus malah Bikin Dilematis Operasi Pasar di Paser, Ini Sebabnya

PT HJ menderita kerugian sebesar Rp 13,3 juta dari 86 tabung palsu, PT ANH rugi Rp 1,2 juta dari 8 tabung palsu.

Tabung LPG yang Mulus malah Bikin Dilematis Operasi Pasar di Paser, Ini Sebabnya
TRIBUNKALTIM/SARASSANI
TABUNG PALSU - Petugas Pengawas Barang dan Jasa Disperindagkop&UKM; Paser Marwan Natsir menunjukan tabung LPG yang dikatakan tidak asli atau palsu, Rabu (22/8/2018). 

TANA PASER, TRIBUN - Setiap kali melihat tabung LPG 3 Kg yang kondisinya mulus, baik pegawai PT Achdian Nur Has (ANH) maupun PT Habi Jaya (HJ) selalu dihadapkan dalam posisi dilematis. Diterima mungkin mereka yang rugi, ditolak kasihan warga.

Kondisi ini menurut Petugas Pengawas Barang dan Jasa pada Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Mikro (Disperindagkop&UKM) Kabupaten Paser Marwan Natsir, juga menghantui setiap pelaksanaan Operasi Pasar (OP) LPG 3 Kg di pemukiman masyarakat.

"Masih banyak sisa tabung yang akan kita salurkan dalam OP, PT ANH sebanyak 1.680 tabung, PT HJ 2.590 tabung. Adanya tabung yang dikatakan tidak asli ini membuat kita jadi khawatir setiap kali melihat warga datang membawa tabung yang mulus," kata Marwan, Rabu (22/8).

Selama bulan Agustus ini, PT HJ menderita kerugian sebesar Rp 13,3 juta dari 86 tabung palsu, PT ANH rugi Rp 1,2 juta dari 8 tabung palsu. Tabung adalah aset usaha mereka, tabung kosong diisi LPG ke Pertamina, kemudian dibeli warga dengan cara menukar tabung kosong.

"Terakhir 8 tabung PT ANH, tahunya setelah pengisian di Pertamina, dari sekian banyak tabung 8 tabung diantaranya dikembalikan ke agen (PT ANH), tabung-tabung palsu itu cat warna merah di bagian atas tabung untuk menghilangkan fungsi alat refill tabung," ucapnya.

Secara visual, lanjut Marwan, tabung asli nyaris tak berbeda dengan tabung palsu, yakni sama-sama memiliki nomor register produk, SNI dan logo Pertamina. Namun ada kode di bagian bawah tabung bertuliskan EHI dan BMU, sebagai acuan bagi agen bahwa itu tabung asli.

"Oke yang asli kodenya EHI dan BMU, kode yang dibuat dari cat semprot yang bisa saja terkikis dan hilang. Ada ribuan tabung yang perlu dilihat kodenya. Dan di Desa Busui Kecamatan Batu Sopang, saya menemukan tabung berkode BMG di bagian dasarnya," ungkapnya.

Sebagai daerah Kaltim yang berbatasan langsung dengan Kalsel dan Kalteng, tambah Marwan, sulit mencegah tabung dari Kabupaten Paser menyeberang ke daerah provinsi tetangga atau sebaliknya, sehingga Marwan berharap kebijakan yang tidak merugikan agen dan masyarakat Paser.

"Kita yang kerja di lapangan pada posisi yang sulit. Ditolak karena tidak ada kode itu yang kasihan warga, diterima mungkin merugikan agen karena asli atau palsunya baru diketahui setelah pengisian, tabung yang palsu dikembalikan dan tabungnya dicat warna merah," tambahnya. (aas)

Penulis: tribunkaltim
Editor: Adhinata Kusuma
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved