Tradisi Baelang di Desa Jantur, Kukar, Mantu Perempuan Bawa Rantang 4 Susun

Tradisi baelang atau berkunjung ke rumah keluarga begitu kental dalam masyarakat Suku Banjar, terutama pada perayaan hari besar.

Tradisi Baelang di Desa Jantur, Kukar, Mantu Perempuan Bawa Rantang 4 Susun
Tribun Kaltim
Rudy, warga Desa Jatur Selatan, membantu istrinya menyiapkan kue untuk ditaruh dalam rantang 4 susun ukuran besar. 

TRIBUNKALTIM.CO - Tradisi baelang atau berkunjung ke rumah keluarga begitu kental dalam masyarakat Suku Banjar. Kebiasaan baelang kerap ditemui pada perayaan Idul Fitri dan Idul Adha.

Di Kabupaten Kukar sendiri, tradisi baelang bisa dijumpai di Desa Jantur Selatan, Kecamatan Muara Muntai, yang mayoritas penduduknya Suku Banjar. Pada Idul Adha di Desa Jantur kemarin, setiap perempuan terutama yang sudah menikah mengunjungi rumah mertua sambil bawa rantang besar 4 susun.

Mereka menjalani tradisi baelang yang sudah berlangsung secara turun-temurun. Usai salat Idul Adha, tiap warga berkumpul bareng keluarga membaca doa selamat di rumah masing-masing, dilanjutkan makan bersama.

Baca: Lewat Go-Jek Swadaya, Driver Go-Jek Bisa Beli Rumah dengan Cicilan Rp 48 Ribu per Hari

Setelah itu, bagi perempuan yang sudah menikah, mereka memiliki kewajiban lain yang harus dilaksanakannya, yakni baelang ke rumah mertua. Rudy, warga Desa Jantur Selatan, membantu istrinya menyiapkan kue-kue yang akan ditaruh dalam wadah rantang besi 4 susun.

Beberapa kue tradisional dimasukkan dalam rantang, seperti bolu, roti selai dan bingka. Oleh istrinya, kue-kue ini akan diberikan kepada ibu mertuanya.

Rudy berboncengan motor bareng istri dan anak menuju rumah orangtuanya. Kemudian sang istri memberikan rantang itu sembari sungkem kepada ibu mertua dan keluarga suaminya.

Baca: Aniaya dan Telantarkan Dua Keponakan, Polisi Tetapkan Suryanto sebagai Tersangka

"Tradisi baelang ini merupakan adat bahari (zaman dulu) yang tetap dilestarikan sampai sekarang," kata Rudy. Tradisi baelang ini juga bertujuan sebagai ajang silaturahmi keluarga. Sehingga keharmonisan antara menantu perempuan dan mertua terus terjaga.

Raudah, ibu dari 4 anak, menikmati tradisi baelang ini. Meskipun dia dikunjungi menantu perempuannya, tapi ia sendiri juga wajib mengunjungi ibu mertuanya.

"Tradisi baelang ini tidak berlaku untuk menantu laki-laki, hanya mantu perempuan. Tapi baelang berlaku bagi anak laki-laki yang baru melangsungkan pernikahan. Tiga hari setelah nikah, anak laki-laki wajib mendatangi semua saudara dari orangtuanya (paman dan bibi)," tutur Raudah yang baru memiliki seorang menantu perempuan.

Baca: Closing Ceremony Asian Games 2018 Bakal Diramaikan Super Junior

Raudah menuturkan, biasanya para menantu perempuan akan memesan kue bolu atau bingka seminggu atau beberapa hari sebelum Idul Fitri atau Idul Adha untuk diberikan kepada mertua.

"Ada juga mantu yang bikin kue sendiri, tapi mereka yang tidak mau repot memilih pesan kue," ujarnya. Tiap Idul Fitri dan Idul Adha kerap ditemui para perempuan di Desa Jantur Selatan seliweran di jalan sambil menenteng rantang 4 susun. (*)

Penulis: Rahmad Taufik
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved