Dapat Dana Intensif Daerah Rp 26 Miliar, Rizal Effendi Dipanggil KPK sebagai Saksi Kasus Suap

Untuk diketahui, Rizal diminta KPK memberikan keterangan sehubungan kota Balikpapan menerima DID (Dana Insentif Daerah).

Instagram/@rz_effendi58
Rizal Effendi 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kuasa Hukum Wali Kota Balikpapan, Abdul Rais SH MH menyatakan KPK tak hanya memanggil Rizal Effendi sebagai saksi kasus dugaan suap terkait usulan dana perimbangan keuangan daerah pada Rancangan APBN-Perubahan Tahun Anggaran 2018.

"Tak hanya Pak Rizal. Tujuh kepala daerah lainnya akan dipanggil sesuai jadwal KPK," kata Rais, Sabtu (25/8/2018).

Untuk diketahui, Rizal diminta KPK memberikan keterangan sehubungan kota Balikpapan menerima DID (Dana Insentif Daerah) dari Kementrian Keuangan RI.

Ada 7 kabupaten/kota yang menerima DID.

Marah dan Kesal, Luis Milla Minta Wasit Shaun The Sheep Evans Diberhentikan dari Asian Games

Namun, hanya Wali Kota Balikpapan yang dipanggil KPK untuk dimintai keterangan sebagai saksi, pada Kamis (23/8/2018).

Lebih lanjut Rais menjelaskan, Pemkot Balikpapan menerima DID sebesar Rp 26 miliar.

Dana tersebut diberikan Kementrian Keuangan.

Mengenal Loemongga, Istri Menteri Sosial Agus Gumiwang yang Cantik dan Mantan Model 90-an

Pengajuan dana DID dapat dimohonkan pemerintah daerah yang mendapat WTP dengan besaran mulai dari Rp 5 sampai Rp 75 miliar.

"Penilaian besaran dikasih ke beberapa daerah adalah kewenangan Departemen Keuangan RI," ujarnya.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved