Breaking News:

Partai Golkar Sudah Serahkan Klarifikasi Alung ke KPU Kaltim

Hasil klarifikasi diusahakan segera diplenokan oleh KPU Kaltim, terkait ijazah Paket C yang diklarifikasi Alung melalui partai.

TRIBUN KALTIM/BUDHI HARTONO
Rudiansyah, anggota KPU Kaltim 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim Budhi Hartono

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kaltim sudah menerima surat klarifikasi dari Partai Golkar Kaltim, terkait tanggapan masyarakat terhadap bakal calon anggota legislatif HM Syahrun.

Hasil klarifikasi diusahakan segera diplenokan oleh KPU Kaltim, terkait ijazah Paket C yang diklarifikasi Alung melalui partai.

Alung, sapaan akrab Syahrun, mendapat tanggapan dari masyarakat terkait legalitas Ijazah Paket C untuk persyaratan pencalonan sebagai anggota legislatif tahun 2019.

Surat tanggapan diserahkan langsung ke Tri Atmaji Kabag Hukum Teknis dan Hupmas KPU Kaltim, Selasa (21/8/2018) kemarin. Surat tersebut sudah diserahkan kepada anggota KPU Kaltim, Rudiansyah.

Kepada Tribun, Rudiansyah menjelaskan, KPU Provinsi Kaltim memberikan batas waktu tiga hari ke Partai Golkar untuk memberikan klarifikasi dari Syahrun/Alung menjawab tanggapan masyarakat atas nama Jamper.

Baca juga:

Perusahaan e-Commerce Ternama Dikabarkan Pecat Puluhan Karyawan yang Curang saat Flash Sale

Narkoba Fariz RM Dikendalikan dari Kota Tepian, Begini Tanggapan BNNK Samarinda

Ngepel Lapangan, Jonatan Christie Diganjar Kartu Kuning oleh Wasit, Simak Penjelasannya

Ternyata Medali Asian Games 2018 Didesain oleh Dua Desainer Muda Alumni UMN

Melalui tim Laisson Officer (LO) Partai Golkar Kaltim, Fathur langsung menyerahkan klarifikasi atas nama Alung diserahkan ke KPU Kaltim yang diterima Rudiansyah.

"Kita sudah terima surat klarifikasi dari Partai Golkar untuk tanggapan Pak Alung. Tetapi belum kami buka. Karena akan kita plenokan dengan anggota secepatnya," kata Rudi ditemui diruang kerjanya, Kantor KPU Kaltim, Jalan Basuki Rahmat, Samarinda, Senin (27/8/2018).

Seperti diberitakan, surat tanggapan yang layangkan, menyebutkan diduga ada indikasi kejanggalan ijazah milik Syahrun.

Kejanggalan itu dari surat keterangan pengganti ijazahnya mulai dari SD, SMP dan SMA.

Alung sapaan akrabnya menggunakan surat pengganti karena ijazahnya pernah terbakar. 

Berdasarkan surat keterangan lapor No Pol : LK/04/IX/1996/Sek dijelaskan, bahwa terdapat tiga kehilangan / terbakar terkait ijazah : SD, SMP dan SMA, namun pada tahun 2008 ikut ujian Paket C yang diragukan keabsahannya. (*)

Penulis: Budhi Hartono
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved