Meski Potensinya Besar, Bupati Kutim Tak Ingin Berlakukan Perda Miras

Pundi Pendapatan Asli Daerah (PAD) perlu digali terus agar tidak bergantung pada transfer pusat.

Meski Potensinya Besar, Bupati Kutim Tak Ingin Berlakukan Perda Miras
TRIBUN KALTIM / MARGARET SARITA
Pelaksanaan Rakor Peningkatan Pendapatan Asli Daerah yang digelar Bapenda Kutim, Selasa (28/8/2018) 

Laporan Wartawan TribunKaltim.co, Margaret Sarita

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Kabupaten Kutai Timur tak bisa terus dininabobokan oleh dana perimbangan dan royalty.

Pundi Pendapatan Asli Daerah (PAD) perlu digali terus agar tidak bergantung pada transfer pusat.

Inilah yang mendasari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kutim memacu dinas maupun instansi penerima pajak dan retribusi untuk lebih giat memberi pemasukan bagi kas daerah.

Salah satu caranya dengan menggelar rapat koordinasi peningkatan PAD Kutim.

Bapenda mengundang seluruh camat, para juru pungut PAD di tingkat desa yang berjumlah 144 orang, serta koordinator PAD tingkat kecamatan sebanyak 18 orang.

Kegiatan yang dibuka Bupati Ismunandar didampingi Wabup Kasmidi Bulang dan Sekda Irawansyah, digelar di ruang Akasia, GSG Bukit Pelang, Selasa (28/8/2018).

Bupati Ismunandar meminta Bapenda Kutim dan jajaran instansi penerima pajak dan retribusi terus berupaya melakukan inovasi untuk meraih pendapatan daerah.

Terus fokus dalam menangani sumber pendapatan sehingga setiap tahun dapat meningkatkan jumlah PAD Kutim.

Baca juga:

Halaman
123
Penulis: Margaret Sarita
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved