Kecamatan Balikpapan Tengah Usulkan 24 Ribu Sambungan Jargas

Untuk Jargas ini, Pemkot mengusulkan kuotanya seluruh Balikpapan. Setelah itu menunggu Kementerian memberikan berapa banyak

Kecamatan Balikpapan Tengah Usulkan 24 Ribu Sambungan Jargas
TRIBUN KALTIM/FACHMI RACHMAN
Pembangunan galian tanah untuk saluran jargas di kawasan Karang Rejo, Kecamatan Balikpapan Tengah, Kota Balikpapan, Provinsi Kaltim pada Kamis (5/7/2018) siang. 

TRIBUNKALTIM.CO - Pemasangan jaringan gas (Jargas) di kota Balikpapan terus dilakukan.

Untuk saat ini pekerjaan sudah dilaksanakan di wilayah existing Kelurahan Karang Rejo, Sumber Rejo, Karang Jati dan Kelurahan Gunung Sari Ulu. Semua wilayah tersebut berada di Kecamatan Balikpapan Tengah, 

Kabag Ekonomi Pemkot Balikpapan, Arzaedi, Kamis (30/8/2019). mengatakan progresnya Jargas tetap berjalan dan untuk tahun ini pekerjaan ada di Kecamatan Balikpapan Tengah. 

Khusus di tahun ini kecamatan Balikpapan Tengah mengusulkan 24.000 sambungan. Namun Pemkot hanya mendapatkan bantuan sekitar 3.849 jaringan gas dari Kementerian.

"Pekerjaan khusus di Kelurahan yang dibangun. Tahun ini adalah kelurahan existing kelurahan Karang Rejo, Sumber Rejo, Karang Jati dan Gunung Sari Ulu," kata Arzaedi.

Baca: Mahasiswa Beri Sapu Ijuk kepada DPRD Balikpapan, Begini Artinya

Pemasangan pipa Jargas itu melewati pipa induk. Biaya pemasangan itu pun tidak sedikit. Semua gratis bantuan dari Kementerian ESDM.

"Jika sudah ada pipa induk ke depannya tidak ada biaya pemasangan pipa induk lagi, hanya pipa sambungan," ungkapnya.

Lebih lanjut, Arzaedi menyampaikan ini masih tahap mengusulkan, keputusan semua ada di Kementerian.

"Kita hanya mengusulkan saja, dapatnya tahun 2019 berapa kami belum bisa memastikan, karena ini kewenangan dari Kementerian ESDM," ucap Arzaedi.

Baca: Tempat Pengeringan Kayu Terbakar, Lihat Video Cepatnya Api Berkobar dan Kesulitan Memadamkannya

Untuk Jargas ini, Pemkot mengusulkan kuotanya seluruh Balikpapan. Setelah itu menunggu Kementerian memberikan berapa banyak, karena menyesuaikan dengan keuangan negara.

Pemkot Balikpapan tidak ada terlibat dalam perencanaan maupun pelaksanaan jargas ini.Hanya memohon bantuan, dan memonitoring pekerjaanya.

"Kita tidak bisa menentukan berapa kuotanya. Kita sudah ada DED untuk pembangunan jargas di Kota Balikpapan. Tergantung dana pembangunannya, saat ini DED masih berkutat di wilayah Balikpapan Tengah," katanya.

Baca: Temuan Baru Minuman Probiotik yang Sehat untuk Usus, Ternyata Bersumber dari Feses Bayi

Jika dari pusat tidak lagi memberikan bantuan Jargas tersebut, kemungkinan kebijakkan strategisnya bisa berubah, dan berpindah.

"Jika jargas ini ingin tetap berjalan dan dikembangkan saya rasa bisa saja masyarakat membayarnya, seperti menyambung air PDAM," ungkapnya.

Pembangunan jargas ini untuk kesejahteraan masyarakat, manfaatnya jangka panjang. Saat ini pembayarnya lebih murah dibanding menggunakan gas elpiji.

Penulis: Siti Zubaidah
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved