Asian Games 2018

Seorang Pejabat Laporkan Gratifikasi Tiket Asian Games ke KPK

Pejabat tersebut menerima pemberian tiket gratis Asian Games, namun ia menolak karena menganggap hal tersebut tidak pantas.

Reza Jurnaliston
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah saat ditemui di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (11/7/2018) sore. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA -  Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) Febri Diansyah mengungkapkan, KPK menerima satu laporan dari seorang pejabat negara yang menolak gratifikasi berupa tiket Asian Games 2018.

Menurut Febri, pejabat tersebut menerima pemberian tiket gratis Asian Games, namun ia menolak karena menganggap hal tersebut tidak pantas.

Dia merasa pemberian tiket tersebut terkait dengan jabatannya.

"Tadi saya baru dapat informasi itu ada satu laporan ya. Satu pejabat yang melaporkan itu," ujar Febri di gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (30/8/2018) malam.

Pejabat Tak Laporkan Gratifikasi Tiket Asian Games 2018, Ini Ancaman KPK

Namun, Febri enggan mengungkap identitas pejabat dan asal instansinya.

Sebab, KPK berkewajiban melindungi pelapor gratifikasi dengan menutupi identitas mereka.

"Kami tidak bisa menyampaikan siapa dan dari instansi mana pelapor tersebut karena memang ada kewajiban bagi KPK untuk melindungi atau menutupi identitas dari pelapor ini untuk kepentingan perlindungan pelapor," kata dia.

32 Klub Paling Elite di Eropa akan Berlaga, Berikut Jadwal Lengkap Liga Champions 2018-2019

KPK, kata dia, mengapresiasi pejabat negara yang melaporkan gratifikasi.

Selain soal jumlah, Febri menekankan pentingnya semangat untuk tidak berkompromi dengan dengan aksi korupsi, salah satunya menerima gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan.

Kumandangkan Adzan di Jenazah Faldy, Ahmad Albar tak Kuasa Teteskan Air Mata

Lawan Mantan Klubnya, Cristiano Ronaldo Diharapkan Bisa Jebol Gawang Manchester United

"Itu bisa menjadi tindak pidana korupsi juga. Kita tahu laporan gratifikasi yang masuk ke KPK itu jumlah dan nilainya bisa beragam ada yang nilainya sampai puluhan miliar rupiah untuk satu laporan," katanya.

Halaman
12
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved