Viral di Medsos

Bungkus Sampo Tahun 80an Ditemukan Masih Utuh di Pantai, Ini Fakta tentang Sampah Plastik

Bahannya yang susah terurai, serta limbahnya yang berbahaya, dapat merusak lingkungan alam.

Bungkus Sampo Tahun 80an Ditemukan Masih Utuh di Pantai, Ini Fakta tentang Sampah Plastik
TRIBUN KALTIM / GEAFRY NECOLSEN
Ilustrasi - Sampah di Pulau Derawan dan Pulau Maratua masih menjadi persoalan serius yang harus segera ditangani. Pasalnya kedua pulau tersebut merupakan pulau wisata andalan Pemkab Berau yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan dalam dan luar negeri. 

TRIBUNKALTIM.CO -- Sampah plastik menjadi salah satu masalah lingkungan yang meresahkan.

Bahannya yang susah terurai, serta limbahnya yang berbahaya, dapat merusak lingkungan alam.

Hal ini yang mungkin mendasari adanya gerakan untuk memboikot penggunaan plastik.

Seperti kantong plastik berbayar di sejumlah supermarket.

Dan beberapa waktu lalu, masyarakat juga melakukan gerakan pemboikotan terhadap sedotan plastik.

Karena bahannya yang sulit diurai, hal ini membuat beberapa kemasan yang menggunakan plastik masih belum hancur.

Fase Krusial Putaran Kedua Liga 1 2018, Persib Bandung Terancam Kehilangan Pemain Inti

Hal ini seperti terlihat pada unggahan viral salah seorang netizen.

Lewat akun Instagram-nya, @denissa.pramesty, ia mengunggah Story bahwa dirinya menemukan sampah plastik.

"Di acara bersih2 pantai menghadap ke laut bareng @pandulaut.id hari ini nemu banyak sampah bungkus shampo s*nsilk ini.

Cerita Miris Buruh Tani dengan 2 Anak Cacat Tinggal di Kandang Kerbau di Tengah Hutan

Kalo berdasarkan bungkusnya, ini bungkus tahun 80an. Tapi di tahun 2018, sampah ini nyatanya masih utuh di pantai.

Halaman
12
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Nakita
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved