Minta Dinikahi, Warga Paser Ini Malah Tewas Dicekik Kekasih Gelap, Ini Penyebabnya
Panik, tersangka kemudian mengikat tangan korban. Lalu menaikkan korban ke pikap miliknya.
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani |
Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Motif kasus pembunuhan Nini Zakizah (47), wanita yang ditemukan tewas mengenaskan di Hutan Paparan, Paser, Kalimantan Timur terungkap.
Kepada petugas tersangka, Suhartono (50) mengaku khilaf mencekik korban.
Belakangan diketahui, korban bukan orang asing bagi tersangka. Ya, korban merupakan kekasih gelap alias selingkuhan Suhartono.
Sebelum pembunuhan terjadi, korban dan pelaku sempat bersitegang.
Mereka terlibat pertengkaran. Kala itu di rumah korban. Adu mulut terjadi lantaran korban mendesak tersangka untuk menikahi dirinya.
Tak bisa memenuhi permintaan itu. Amarah korban makin menjadi-jadi.
Baca juga:
Mantan Pejabat hingga Kepala Daerah Masuk Timses Jokowi di Kaltim, Awang Faroek Dipilih Jadi Ketua
Iqbal Chandra Pratama: Uang Bonus untuk Berangkatkan Haji Kedua Orangtua
TNI dan Tentara Diraja Malaysia Gelar Patroli Bersama di Kawasan Perbatasan
Raih Enam Medali Emas, Rikako Ikee Dinobatkan sebagai Most Valuable Player Asian Games 2018
Kendati tahu tersangka telah memiliki anak-istri, tak membuat keinginan korban untuk dinikahi mereda.
Tak tahan dengan rongrongan korban. Suhartono naik pitam. Ia kalap. Dicekiknya leher korban. Nini kehabisan nafas. Ia tewas di rumahnya sendiri.
Panik, tersangka kemudian mengikat tangan korban. Lalu menaikkan korban ke pikap miliknya.
Jasad korban kemudian dibuang ke hutan di kawasan Paparan, Paser, Kalimantan Timur.
"Mereka selingkuh (pacaran) sudah berjalan 2 bulan, korban minta dinikahi, pelaku tidak mau karena mempunyai istri dan anak. Karena terus dirongrong pelaku khilaf membunuh dengan cara mencekik korban," jelas Direskrimum Polda Kaltim, Kombes Pol Andhi Triastanto melalui Kasubdit Jatanras, Kompol Yohanes, Senin (3/9/2018).
Usai membuang jasad korban ke hutan. Belakangan diketahui, tersangka sempat melarikan diri ke Kalimantan Selatan. Sebelum akhirnya, kabur ke Loa Kulu, Kutai Kartanegara.
"Jumat (31/8) tersangka ke Loa Kulu dari Kalsel. Bersembunyi tempat keluarga. Nantinya tersangka bakal dibawa ke Paser untuk proses lebih lanjut," ungkap Yohanes.
Untuk diketahui, pelaku pembunuhan sadis di Paser ditangkap polisi, Senin (3/9/2018) sekitar pukul 11.00 Wita. Pelaku Suhartono (50), jadi buronan polisi selama 5 hari. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ilustrasi-jenazah_20171116_195519.jpg)