Breaking News:

Pembunuhan

Sebelum Menjemput Ajal, SMS Korban: Mbak Jangan Telepon, Aku Sama Pacar Baruku

Saya kenal sejak masih sama-sama gadis di PPU dulu, menikah, sampai sekarang, makanya saya yang merasa paling kehilangan

Penulis: Sarassani | Editor: Ahmad Bayasut
TRIBUN KALTIM/SARASSANI
BERDUKA - Suasana rumah duka di Gang Teratai RT 7, Jalan Gajah Mada Tanah Grogot, yang hampir tak pernah sepi dari pelayat, Senin (3/9). 

TRIBUNKALTIM.CO, TANA GROGOT - Sejak pukul 09.00 WITA hingga jelang sore, Senin (3/9), rumah duka di Gang Teratai RT 7, Jalan Gajah Mada Tanah Grogot, hampir tak pernah sepi dari pelayat almarhumah Ninik Zakiah (47), korban pembunuhan yang jasadnya ditemukan di Desa Sungai Tuak. 

Sebagian besar pelayat adalah guru TK dan orangtua siswa, sebab semasa hidup almarhumah dikenal sebagai guru TK Bakti di Kelurahan Pasir Belengkong, Kecamatan Pasir Belengkong.

Sebelum di TK Bakti, Ninik juga sempat mengajar di TK Al Iklas di Jalan Ahmad Dahlan Tanah Grogot.  Selain itu, Ninik juga aktif di organisasi-organisasi besar, sehingga banyak juga pelayat dari teman-temannya di organisasi.

Ninik bahkan tidak melupakan teman lamanya, termasuk Eni, Erlis dan Darma, tiga Ibu Rumah Tangga (IRT) yang menjadi sahabat baik layaknya saudara almarhumah.

“Saya kenal sejak masih sama-sama gadis di PPU dulu, menikah, sampai sekarang, makanya saya yang merasa paling kehilangan, dia (Ninik) itu sudah seperti saudaraku. Baik sekali sama orang, lemah lembut, murah senyum, lho kok ada yang tega membunuh dia,” kata Eni. Hari Selasa (28/8), sekitar pukul 14.00, lanjut Eni, ia bersama Erlis dan Darma mengajak Ninik masak-masak di BTN Jone dengan menelepon ponsel Ninik.

Setelah mendapat jawaban akan bergabung, sepulang dari menjemput anaknya yang bersekolah di SMPN 4 Tanah Grogot.  

Pukul 15.00 tidak datang juga, Eni menelepon lagi, ponsel Ninik tidak diangkat. Tidak menyerah Eni menelepon lagi pukul 17.00, dari lima kali panggilan yang tak terjawab hanya menghasilkan SMS yang berisi berisi pesan

“Mbak jangan telepon, SMS saja, aku sama pacar baruku”, kemudian tidak ada jawaban lagi dari Ninik. Senin (27/8), Ninik sempat main ke rumahnya, sambil berkaca dicermin Ninik bertanya apakah mukanya berubah. Eni mengatakan dia cantik, tak tahunya itulah hari terakhir Ninik main ke rumahku. 

“Itu (SMS) bukan buatan Ninik, saya hapal gaya SMS Ninik, pasti laki-laki itu. Saya sudah tanya tentang hal itu, katanya dia sudah nikah sama laki-laki itu karena orangnya baik. Ternyata kok tega membunuh temanku, kasihan Ninik itu tak punya saudara di Tanah Grogot, cuma dengan dua anaknya,” ungkapnya.

Sementara itu, Novira Bella Pradila (19), anak pertama Ninik mengaku tidak menyangka ibunya meninggal dunia karena dalam SMS ibunya pamit berangkat ke Balikpapan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved