Breaking News:

Pembunuhan

Sebelum Menjemput Ajal, SMS Korban: Mbak Jangan Telepon, Aku Sama Pacar Baruku

Saya kenal sejak masih sama-sama gadis di PPU dulu, menikah, sampai sekarang, makanya saya yang merasa paling kehilangan

Penulis: Sarassani | Editor: Ahmad Bayasut
TRIBUN KALTIM/SARASSANI
BERDUKA - Suasana rumah duka di Gang Teratai RT 7, Jalan Gajah Mada Tanah Grogot, yang hampir tak pernah sepi dari pelayat, Senin (3/9). 

“Hari Selasa kejadiannya, tidak tahu juga, pukul 12.00-13.30 ibu masih di rumah, terus saya berangkat kerja lagi. Pukul 14.30, ada pesan SMS untuk menjemput adik pulang sekolah,” kata Novi.

Dari kantor, lanjut Novi, berangkat jemput adik, sampai di rumah langsung balik ke tempat kerja. 

“SMS dari ponsel ibu, mbak jemput dede (adik) sekolah ya,  ini Ibu berangkat ke Balikpapan. Jadi setelah mengantar adik pulang, saya langsung balik kantor dan waktu itu pintu rumah dalam keadaan terkunci, jadi ibu sudah tidak di rumah. Ibu cuma bawa HP saja,” ucapnya. 

Biasanya SMS dari ibunya selalu disingkat, tetapi kali ini tidak disingkat. “Mengapa juga lewat SMS, kan bisa langsung telepon.

Hari Rabunya, kita telepon lagi ibu, pertama tidak diangkat, ditelepon kedua laki-laki yang mengangkat, katanya lagi belanja nanti nelpon lagi. Itu mau maghrib, setelah maghrib kita telepon lagi, HPnya sudah tidak aktif,” tuturnya. 

Begitu pula pada hari Kamis, sehingga Novi dan teman-teman ibunya jadi khawatir, sehingga hari Jumatnya dilaporkan tentang menghilangnya Ninik.

“Berita hilangnya ibu ramai di sosial media (sosmed), dan pada hari Minggu (2/9) pukul 17.20, jenazah Ibu ditemukan di Desa Sungai Tuak, yang saya kenali dari baju dan rambutnya,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Paser Edwar Effendi mengatakan pukul 17.00, Minggu (2/9), ada laporan warga yang masuk ke Polres Paser, Kodim 0904/Tng dan BPBD Paser, terkait temuan jenazah sekitar 200 meter dari jalan poros Desa Sungai Tuak.

“Kita membantu evakuasi jenazah sampai ke kamar mayat RSUD Panglima Sebaya, kedua anaknya dipanggil dan membenarkan bahwa jenazah itu adalah Ibunya, mereka mengenali dari baju tidur yang dikenakan dan rambut Ibunya,” kata Edwar menambahkan. (*)        

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved