Berita Eksklusif
Proyek Tol Balikpapan-Samarinda Terkendala Lahan, 89 Bidang Tanah Belum Selesai
Lambatnya penyelesaian pembebasan lahan oleh Pemprov Kaltim dipastikan berdampak pada molornya pekerjaan Tol Balikpapan-Samarinda.
Penulis: Rafan Dwinanto | Editor: Sumarsono
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Lambatnya penyelesaian pembebasan lahan oleh Pemprov Kaltim dipastikan berdampak pada molornya pekerjaan konstruksi Tol Balikpapan-Samarinda. Hal itu diungkapkan Direktur Utama (Dirut) PT Jasamarga Balikpapan Samarinda (JBS) STH Saragi, Sabtu (1/9).
Diketahui, beberapa waktu lalu Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak meninjau progres pembangunan jalan tol. Saat meninjau, rombongan Gubernur diadang warga pemilik lahan yang menuntut ganti rugi.
"Terlambatnya penyelesaian pembebasan tanah oleh pemerintah, yang dilaksanakan oleh PPK (pejabat pelaksana komitmen) berdampak molornya penyelesaian konstruksi jalan tol," kata Saragi.
Baca: Pemerintah memonitor Spekulan Dolar
PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui anak perusahaannya, PT JBS menjadi penanggungjawab pembangunan sekaligus investor ruas tol seksi 2, 3, dan 4. Sementara, pembebasan lahan menjadi tanggung jawab Pemprov Kaltim.
Informasi yang dihimpun Tribun, pembebasan lahan seksi 4, yakni Jembatan Mahkota II-Palaran terdapat 91 bidang tanah atau seluas 192.218 M2 yang belum berhasil diselesaikan.
Dari 91 bidang tanah tersebut, baru dua bidang tanah yang berhasil konsinyasi. Sedangkan 89 bidang tanah belum selesai. Materi, dokumen dan pengiriman sudah disampaikan ke Pengadilan Negeri (PN) Samarinda sejak Februari 2018.
Sementara itu, Seksi 3 Palaran-Muara Jawa terdapat lahan seluas 400 M2 yang bersengketa. Sebelumnya, Saragi mengungkapkan, PPK menjanjikan pembebasan lahan akan tuntas di September ini. Jika pembebasan lahan tuntas tepat waktu, Saragi yakin pembangunan Tol Balikpapan-Samarinda juga akan tepat waktu.
Baca: Pasca Atasi Tottenham Hotspur, Gelandang Watford Tunjukkan Aksi Simpatik pada Fan Cilik
"Tapi jika (pembebasan lahan) tidak selesai tepat waktu, penyelesaian konstruksi juga mundur, dan pada akhirnya pengoperasian jalan tol juga ikut mundur," ungkap Saragi.
Mundurnya pengoperasian jalan tol, juga akan berdampak pada terlambatnya pembayaran pinjaman pendanaan, yang dilakukan PT JBS kepada perbankan.
"Dengan demikian akan berdampak mundurnya pengoperasian jalan tol yang akhirnya berdampak kepada mundurnya pembayaran pinjaman pendanaan kepada lembaga keuangan (bank) yang menjadi sumber pinjaman pendanaan investasi jalan tol oleh BUJT (Badan Usaha Jalan Tol)," kata Saragi.
Sebelumnya, Saragi memaparkan jika penyelesaian lahan rampung September ini, pihaknya optimistis tol akan dioperasikan sesuai target, yakni awal 2019.
Baca: SBY Ucapkan Terima Kasih kepada Presiden Jokowi, Penyelenggaraan Asian Games Berlangsung Sukses
Kontraktor pembangunan Tol Balikpapan Samarinda Seksi IV, PT Wika kata Saragi, juga menyanggupi penyelesaian konstruksi tol tersebut paling lambat di akhir tahun ini. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/tol-balikpapan_20180224_080910.jpg)