Razia Hotel di Samarinda, Anak di Bawah Umur Kedapatan Ngamar

Pasangan bukan suami kembali terjaring operasi cipta kondisi Sat Sabhara Polresta Samarinda.

Razia Hotel di Samarinda, Anak di Bawah Umur Kedapatan Ngamar
Tribun Kaltim/Christoper Desmawangga
Pasangan bukan suami istri terjaring operasi cipta kondisi Sat Sabhara Polresta Samarinda, Selasa (4/9/2018). 

Laporan wartawan tribunkaltim.co, Christoper D

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pasangan bukan suami kembali terjaring operasi cipta kondisi Sat Sabhara Polresta Samarinda.

Operasi tersebut dimulai sekitar pukul 08.00 Wita, Selasa (4/9/2018) pagi tadi disejumlah hotel kelas melati dan guest house.

Dengan mengendarai truk Dalmas, petugas mulai mendatangi hotel yang disinyalir jadi tempat pasangan bukan suami berada.

Baca: Warga Lapor Dugaan Pungli Pengurusan e-KTP Hingga Rp 2 Juta, Begini Respon Walikota Balikpapan

Hotel di jalan Merdeka, jadi lokasi pertama. Di hotel tersebut didapati tiga pasangan bukan suami istri yang diduga melakukan tindak asusila, bahkan di hotel tersebut juga didapati anak dibawah umur yang kedapatan sedang ngamar.

Tak hanya itu, di hotel tersebut juga didapati plastik klip bekas narkoba jenis sabu di salah satu kamar.

Lalu, lokasi selanjutnya yakni di guest house jalan A Yani, di guest house tersebut didapati satu pasangan bukan suami istri.

Petugas pun dibuat harus lebih bersabar, pasalnya tidak sedikit kamar yang enggan dibuka oleh penghuninya, bahkan petugas sampai harus membuka pintu dengan kunci cadangan dari pengelola.

Tak sedikit juga kamar yang sudah ditinggalkan oleh penghuninya.

Baca: Habib Usman Yahya Mengaku telah Nikahi Kartika Putri, Foto Berdua Juga Diunggah

"Ini memang agenda rutin kami, melakukan operasi cipta kondisi, dengan sasaran penyakit masyarakat, premanisme, kenakalan remaja, serta narkotika, dan barang terlarang lainnya," ucap Wakasat Sabhara Polresta Samarinda, AKP Surya Irianto, Selasa (4/9/2018).

Seluruh yang terjaring operasi pun digiring ke Mapolresta Samarinda, guna menjalani pemeriksaan, serta pembinaan.

"Kita bawa ke Polres, kita lakukan pendataan, dan pembinaan. Kita panggil keluarganya, dan buat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya kembali," ucapnya.

Baca: Usai Heboh ILC Batal Tayang. Jokowi Ajak Makan Bersama Bos TV One

Pihaknya pun terus akan melakukan operasi serupa dengan sasaran dan lokasi yang berbeda. (*)

Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved