Breaking News:

Sebelum Memninggal Sekda Kukar Sempat Mancing di Muara Wis

Plt Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah mengaku kaget mendengar kabar Sekda Marli wafat. Ia segera menuju ke RSUD AM Parikesit

Penulis: Rahmad Taufik | Editor: Januar Alamijaya
Tribun Kaltim/Rahmad Taufik
Jenazah Sekda Marli dibawa mobil ambulans dari RSUD AM Parikesit ke rumah duka di Jalan Ki Hajar Dewantara. Beberapa pejabat dan unsur Muspida berdatangan ke rumah duka 

TRIBUNKALTIM. CO, TENGGARONG - Plt Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah mengaku kaget mendengar kabar Sekda Marli wafat. Ia segera menuju ke RSUD AM Parikesit Tenggarong Seberang, Selasa (4/9/2018).

"Tadi malam kami sama-sama buka acara MTQ di Muara Wis, atas nama Pemkab Kukar menyampaikan duka cita mendalam, saya dengar beliau mendapat pertolongan awal karena masalah jantung," kata Edi ditemui di RSUD AM Parikesit. Tadi malam ia mengobrol dengan almarhum tentang MTQ.

"Beliau juga bagian pengendali di kabupaten, Alhamdulillah pembukaan MTQ berjalan dengan baik, saya sampaikan terima kasih kepada beliau," tuturnya.

Baca: Peserta BPJS Gratis, Cek Stok Darah Hari Ini di PMI Seluruh Kabupaten/Kota di Kaltim

Bahkan, Edi sempat tertawa dan bercanda, sambil makan sore bareng di Muara Wis.

"Kalau kemarin beliau sehat saja, saya minta beliau melepas peserta Pawai Taaruf, bahkan kemarin siang sempat mancing di Muara Wis," kata Edi.

Sekda memang memiliki hobi mancing bahkan jika tugas di luar daerah selalu membawa peralatan mancing di mobilnya. Edi mendoakan agar almarhum husnul hotimah.

Sekda Kukar Marli tutup usia di RSUD AM Parikesit Tenggarong Seberang, Selasa (4/9/2018) pukul 10.30. Marli meninggalkan seorang istri bernama Nurul Huda dan 4 orang anak. Almarhum meninggal dunia dalam usia 59 tahun.

Baca: Hari Pelanggan Nasional, Honda Beri Diskon Service 48 Persen

Sebelumnya I Wakil Direktur Pelayanan RSUD AM Parikesit, dr Mauritz Silalahi mengatakan, Sekda masuk ke ruang UGD pada pukul 09.13.

"Sebelumnya, Sekda mengeluhkan nyeri dada, mual, keluar keringat dingin dan pucat sehingga dibawa langsung ajudannya ke rumah sakit," ujar Mauritz.

Saat di UGD, pihak rumah sakit segera melakukan pemeriksaan dan tindakan. Mauritz mengatakan Marli memiliki riwayat penyakit jantung.

"Bahkan 2 minggu lalu baru dipasang ring di Rumah Sakit Samarinda," tuturnya.

Baca: Raih Emas di Asian Games 2018, Pesilat Iqbal Dapat Bonus Bulan Madu dari Pemkot Samarinda

Tim dokter RSUD AM Parikesit langsung turun, terdiri dokter anestesi, jantung, syaraf dan penyakit dalam. "Kami melakukan pemompaan jantung selama 1,5 jam dengan memakai alat semaksimal mungkin hingga akhirnya setelah dilakukan tindakan tidak mampu menolong Bapak Marli, sehingga secara klinis dinyatakan tidak ada," ucap Mauritz.

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved